Rabu, 29 Jan 2020 06:30 WIB

Erajaya Berharap Apple Rilis iPhone Lebih Cepat Lagi di Indonesia

Adi Fida Rahman - detikInet
Andien Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Erajaya melihat adanya peningkatan pembelian iPhone 11 series di Indonesia. Baru dua minggu dipasarkan, ponsel ini dilaporkan ludes terjual di seluruh tokonya.

Bahkan beberapa minggu setelahnya, konsumen kesulitan mendapatkan ponsel besutan Apple ini lantaran stok tidak tersedia. Baru beberapa hari lalu, persediaan iPhone kembali mengisi toko-toko jaringan Erajaya.

"(Penjualan iPhone 11) Jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Kelipatannya jauh lebih banyak," ungkap Djatmiko Wardoyo, Director Marketing and Communication Erajaya Group saat ditemui usai pembukaan iBoxing Week di Central Park, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Ada tiga faktor yang dilihat Erajaya kenapa penjualan iPhone 11 lebih tinggi dibanding pendahulunya. Pertama waktu perilisan iPhone 11 itu sendiri. Menurut pria yang kerap disapa Koko itu, antara jadwal rilis global dengan di Indonesia lebih cepat dari sebelumnya.

"Semakin pendek waktunya, semakin bagus untuk tarikannya. iPhone XS dirilis 16 Desember, lalu iPhone 11 jadi 6 Desember," katanya.

Karenanya harapan Erajaya ke depan Apple merilis iPhone di Indonesia lebih dekat lagi dari waktu peluncuran global.

"Melihat fakta yang terjadi di 2019 kemarin, lebih pendek waktunya (lebih baik). Di Indonesia, pasarnya bisa lebih gede," ujar Koko.

iPhone 11 ProiPhone 11 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Faktor kedua strategi marketing terintegrasi. Pada penjualan iPhone 11, Erajaya memutuskan tidak membuka pre-order. Sebagai gantinya digelar Registration of Interest untuk melihat seberapa besar ingin beli konsumen.

Bagi melakukan registrasi, Erajaya mengimingi bonus voucher Rp 50 ribu. Jika akhirnya membeli, mereka akan diberikan tambahan bonus voucher Rp 250 ribu.

"Banyak banget yang register, belasan ribu dalam kurun seminggu. Yang terkonversi, artinya yang akhirnya membeli, sebanyak 40%," ungkap Koko.

Erajaya turut merangkul semua bank untuk memberikan penawaran menarik bagi nasabahnya, baik lewat cashback hingga cicilan 0%. Agar makin memikat, pembeli diberikan potongan setengah harga untuk pembelian AirPods 2.

Ketiga, faktor eksekusi. Dinilai Koko sangat mulus dan berhasil meningkatkan hype penjualan perdana iPhone 11 di Tanah Air.

Lantas adakah ada faktor isu pemblokiran IMEI? Menurut Koko masih belum pasti. Tapi bila melihat secara personal, ada kemungkinan.

"Ada lima teman telpon saya, mereka akhirnya nggak berani beli dari luar karena ada ketakutan dan kekhawatiran investasi belasan juta nantinya mati. Akhirnya mereka menunggu yang resmi," ujarnya.

Erajaya Berharap Apple Rilis iPhone Lebih Cepat Lagi di Indonesia


Simak Video "Resmi Dijual di Indonesia, Ini Daftar Harga Trio iPhone 11"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)