Rabu, 15 Jan 2020 10:46 WIB

Kini Punya 9 R&D, Vivo Perkuat Teknologi di 2020

Angga Laraspati - detikInet
Foto: Dok. Vivo Indonesia Foto: Dok. Vivo Indonesia
Jakarta - Vivo berupaya untuk mengembangkan dan melakukan penelitian teknologi produk mereka. Pengembangan inovasi dan konsisten dalam mengembangkan teknologi juga dilakukan untuk menghadirkan inovasi bagi para konsumen.

Setelah sebelumnya mempunyai 6 research and development (R&D) center, kini Vivo memiliki 9 R&D Center yang bertempat di China (Shenzhen, Dongguan, Nanjing, Beijing, Shanghai, Hangzhou), Taiwan (Taipei), Japan (Tokyo), dan USA (San Diego).

Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, R&D independen menjadi komponen esensial Vivo untuk dapat menghadirkan teknologi terbaru. R&D Center juga berfokus pada pengembangan komunikasi 5G dan Artificial Intelligence (AI) untuk produk elektronik pribadi konsumen, desain industri, dan teknologi pencitraan.


"Sebagai perusahaan teknologi, kami bukan hanya ingin menghadirkan inovasi yang patut ditunggu, namun juga bersiap untuk tantangan industri ke depan. Saat ini R&D independen Vivo juga telah bertambah dengan konsentrasi riset yang semakin terintegrasi, termasuk teknologi pendukung 5G yang saat ini menjadi salah satu fokus Vivo global," ujar Edy dalam keterangannya, Rabu (15/1/2020).

Buah dari R&D independen Vivo salah satunya adalah lahirnya prototipe APEX sejak 2018. Smartphone prototipe ini mengunggulkan desain layar dan juga kamera pop-up serta otentikasi pemindai sidik jari di dalam layar.

APEX 2018 hadir dengan pembaruan pada desain unibody, teknologi autentikasi Full Screen In Display Fingerprint, dan teknologi Body Soundcasting. Vivo juga berencana akan menampilkan beberapa inovasi terbarunya pada ajang MWC Barcelona 2020.

Kini Punya 9 R&D, Vivo Perkuat Teknologi di 2020Foto: Dok. Vivo Indonesia

Adapun inovasi-inovasi yang sudah dikembangkan Vivo yang berhasil diinisiasi oleh R&D Center-nya, antara lain:

● 2012: Vivo X1 sebagai smartphone yang memiliki kualitas audio Hi-fi pertama di dunia
● 2014: X5 pernah menjadi smartphone tertipis di dunia
● 2017: Smartphone pertama dengan 20MP Dual Selfie Camera
● 2017: V7+ smartphone pertama di dunia dengan resolusi kamera depan mencapai 24 MP
● APEX 2018 dengan Bezel-less 91% screen-to-body ratio dan Half Screen In-Display Fingerprint
● 2018: X20 UD sebagai smartphone dengan teknologi In-Display Fingerprint, dan juga
mengenalkannya pertama kali di Indonesia lewat Vivo V11 Pro
● 2018: Memperkenalkan JOVI AI Assistant
● 2019: V15 sebagai smartphone pertama yang memiliki resolusi kamera depan 32MP Pop-Up
Camera
● APEX 2019 dengan desain yang Super Unibody curved glass, Full Fingerprint Display, dan Body
Soundcasting Technology
V17 Pro sebagai smartphone pertama yang memiliki 32 MP Dual Pop-UP Selfie Camera


Untuk menghadirkan inovasi menjadi produk konsumen yang siap pakai, saat ini Vivo memiliki 5 basis produksi di dunia yang tersebar di Dongguan, Chongqing, India (Greater Noida), Bangladesh (Dhaka) dan Indonesia (Tangerang).

Dalam produksinya Vivo menerapkan standar global proses dengan pengujian multi-level termasuk uji reliabilitas smartphone, uji penuaan, dan banyak pengujian intensif lainnya melalui lab kendali mutu (QC-Lab).

Kini Punya 9 R&D, Vivo Perkuat Teknologi di 2020Foto: detikcom
(prf/fay)