Ajax, Si Malin Kundang Penantang Microsoft
- detikInet
Jakarta -
Ajax, sebuah teknologi piranti lunak berbasis web, semakin menunjukkan giginya. Dominasi teknologi Microsoft pun tertantang. Padahal Ajax lahir dari 'rahim' Microsoft. Banyak yang menyebut era berikutnya dari Internet sebagai Web 2.0 alias web generasi kedua. Dalam era ini, aplikasi berbasis web sudah mencapai tingkat kemudahan penggunaan dan interaktivitas yang lebih tinggi dari sekarang. Di era saat ini, sebut saja Web 1.0, interaktivitas aplikasi berbasis web bergantung pada proses loading dan reloading halaman. Misalnya ketika mengakses berita terbaru di sebuah situs, pengguna harus melakukan reload seluruh halaman situs itu. Ini termasuk banner iklan-iklan yang cukup memberatkan. Bandingkan dengan era Web 2.0. Untuk mengakses berita terbaru di sebuah situs, misalnya, pengguna tidak perlu melakukan reload seluruh halaman. Browser hanya perlu mengambil 'informasi terbaru' dan menambahkannya pada halaman yang sudah ada. Tiada lagi world wide wait.Salah satu teknologi yang memungkinkan hal itu disebut Ajax, akronim dari Asynchronous JavaScript and XML. Saat ini semakin banyak perusahaan yang menyediakan aplikasi web berbasis Ajax. Aplikasi Ajax yang tumbuh termasuk aplikasi untuk pengolah dokumen dan spreadsheet. Sebut saja Num Sum, sebuah aplikasi spreadsheet sejenis Microsoft Excel yang berbasis web dan berteknologi Ajax. Ada juga Writely, 'pesaing' Microsoft Word.Hal ini yang kemudian disebut sebagai menantang dominasi Microsoft. Pasalnya, Microsoft Office adalah salah satu produk andalan raksasa piranti lunak itu. Lebih jauh, aplikasi Ajax seperti Num Sum dan Writely tidak bergantung pada sistem operasi. Ujung-ujungnya, dominasi Microsoft Windows-lah yang diserang. Alexi White, produk manajer perusahaan pengembang berbasis Ajax bernama eBusiness Application, mengakui bahwa tantangan itu memang ada. "Saya rasa tidak akan menjadi pengganti, tapi bisa jadi alternatif tingkat rendah untuk kebanyakan produk Microsoft Office, terutama bagi pengguna spesifik," ujar Alexi dalam berita AP, yang dikutip detikinet, Selasa (25/10/2005). Si Malin KundangSisi ironis dari 'persaingan' Ajax versus Microsoft adalah kenyataan bahwa Microsof-lah yang melahirkan Ajax. Pada periode 1990-an, Microsoft menggunakan teknologi tersebut untuk aplikasi sejenis Microsoft Outlook pada web. Bagai 'Si Malin Kundang' Ajax kini menjelma sebagai teknologi yang berpotensi menggerogoti dominasi Microsoft. Kini, Microsoft melahirkan standar baru yang dimaksudkan untuk 'membunuh' Ajax bernama XAML. Meski memungkinkan aplikasi web yang lebih canggih lagi, XAML tidak akan 'durhaka' karena dirancang untuk berjalan pada sistim Microsoft Windows saja. Sedangkan Ajax bisa berjalan di Macintosh dan Linux asalkan browser-nya memadai. Meski begitu, gelombang Ajax bagai tak bisa dihentikan. Sekadar contoh, Ajax kini mula diujicoba oleh Yahoo untuk layanan e-mail mereka. America Online memakainya untuk aplikasi album foto. Dow Jones Marketwatch memakai Ajax untuk menampilkan nilai saham terbaru yang di-update otomatis dalam hitungan detik. Bahkan Hotmail dari Microsoft Network pun akan di-upgrade dengan Ajax. Penggunaan Ajax yang paling populer tentunya adalah oleh Google melalui Google Maps. Bahkan, boleh dibilang, pemakaian Ajax oleh Google-lah yang meninggikan minat pengembang pada Ajax saat ini. Kreativitas pengembang Ajax pun makin luas dan beragam. Salah satu contohnya dapat dilihat dari berbagai projek berbasis Ajax di situs komunitas Ajaxian.com.Akankah Ajax, atau teknologi sejenis, bisa mengalahkan dominasi Microsoft? Untuk saat ini jawabannya masih tidak. Namun di masa depan, siapa yang tahu?
(wicak/)