Senin, 19 Agu 2019 16:49 WIB

Huawei Buat Maps Sendiri, Bisakah Saingi Google?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Sengitnya perang dagang China dan Amerika Serikat kian mendorong Huawei membuat berbagai hal guna memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk di antaranya aplikasi peta. Apa bisa menyaingi Google Maps?

Raksasa telko asal China itu baru saja mengumumkan tengah mengembangkan map yang diberi nama 'Map Kit'. Layanan tersebut rencananya baru akan diluncurkan secara publik pada bulan Oktober mendatang.

Dikutip dari Live Mint, Map Kit akan terhubung dengan layanan map lokal dan tersedia untuk 150 negara dan bagian. Yang menarik, untuk layanan ini Huawei bermitra dengan situs web agregator travel Booking Holdings dari Amerika.

"Huawei Map Kit akan tersedia dalam 40 bahasa. Ini akan menawarkan kondisi lalu lintas real-time serta sistem navigasi yang sangat canggih yang dapat mengenali jalur penggantian mobil. Ini juga akan mendukung pemetaan augmented-reality," ujar Zhang Pingan, Huawei Consumer Business Group's President of Cloud Service dalam sebuah wawancara.




Menciptakan sebuah map bukanlah hal yang mudah, apalagi sesukses Google dengan Maps-nya -- yang diluncurkan pada tahun 2005. Itu pun Google merasa tetap perlu membeli Waze dengan harga hampir satu miliar dolar pada tahun 2013 untuk meningkatkan jaringan.

Di sisi lain, ada pula satu tempat yang sulit ditembus Google. Tempat itu adalah China, rumahnya Huawei. China mengharuskan perusahaan untuk mendapat otorisasi khusus dari departemen administrasi untuk survei dan pemetaan di bawah Dewan Negara. Hal ini tentunya bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan buat perusahaan asing, apalagi dari AS seperti Google.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa Google Maps tidak pernah dapat menampilkan peta kota China mana pun dengan benar-benar akurat.

Menilik hal tersebut, di atas kertas Huawei setidaknya akan punya satu keunggulan dibandingkan Google. Pertanyaanya apakah nanti keunggulan layanan pemetaan di China itu juga bisa diterapkan Huawei di 150 negara dan 40 bahasa berbeda, sampai akhirnya menjelma jadi pesaing serius dari Google Maps. Bisakah?






Simak Video "Anies Imbau Pengguna Sepeda Pakai Google Maps"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/krs)