Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gara-Gara Bug
Peluncuran OpenOffice.org 2.0 Ditunda
Gara-Gara Bug

Peluncuran OpenOffice.org 2.0 Ditunda


- detikInet

Jakarta - OpenOffice.org berharap bisa merayakan hari jadinya yang kelima dengan meluncurkan rentetan software OpenOffice versi 2.0. Tetapi peluncuran piranti lunak ini ternyata ditunda satu minggu. Ada apa?Ditundanya peluncuran OpenOffice.org 2.0 ternyata karena ada sebuah 'kekacauan' serius yang berhubungan dengan grafik. Bug ini terdeteksi belakangan setelah software terkait siap diluncurkan. Begitu informasi yang di-posting salah seorang anggota komunitas OpenSource.org, Stefan Taxhet, lewat blognya.Dengan adanya 'kekacauan' ini, para pengembang pun sepakat menunda peluncuran hingga masalah ini dibenahi. Selain itu, para pengembang pun berkesempatan mengaplikasikan patch untuk masalah lain terkait dengan OpenOffice.org 2.0. Misalnya pada pencetakan teks dan dua isu yang berkaitan dengan MacOS X. Rentetan OpenOffice.org suite, yang didukung oleh sekelompok pengembang Sun Microsystems, adalah aplikasi word processing dan spreadsheet. Paket ini menawarkan dukungan default untuk format baru OpenDocument berbasis XML, yang disetujui oleh Organization for the Advancement of Structured Information Standards (OASIS).Format terkait mendapat dukungan lebih ketika Departemen Teknologi Informasi (IT) Massachusetts mengumumkan bahwa OpenDocument akan menjadi program yang cenderugn dipilih untuk dokumen negara bagian itu mulai pada Januari 2007. Untuk promosi OppenOffice software suite, Sun dan Google bahkan telah menyetujui untuk berkolaborasi. Manajer Pengembangan Komunitas OpenOffice.org, Louis Suarez-Potts mengatakan, dengan adanya kemitraan Google dengan Sun, profil OpenOffice.org dan Open Document Format (ODF) telah ditingkatkan ke level baru.Suarez-Potts menambahkan, kelompok itu telah mencatat ada sekitar 47 juta download sejak lahirnya OpenOffice.org. Dengan dirilisnya OpenOffice versi 2.0 ini, jumlah itu diharapkan meningkat hinga 100 juta. Di sisi lain analis Yankee Group, Laura DiDio menilai bahwa penundaan peluncuran software itu adalah hal biasa yang terjadi di kalangan industri software. Dan selama waktu penundaan itu relatif singkat, hal ini tak akan dinilai terlalu menggangu."Lebih baik untuk memperbaiki glitch sebelum dirilis ketimbang sesudahnya," papar DiDio. Layaknya popularitas OpenOffice.org, DiDio mengatakan bahwa rentetan Office Microsoft masih mendominasi pasar dengan margin yang besar.Untuk diketahui saja, software open source StarOffice Sun telah mencapai pangsa pasar sebanyak 19 persen untuk kalangan perusahaan kecil hingga menengah. Demikian seperti dilansir Newsfactor Network yang dikutip detikinet Sabtu (15/10/2005). (ien/)





Hide Ads