BERITA TERBARU
Senin, 16 Apr 2018 17:38 WIB

Fanboy Apple Makin Royal Belanja di App Store

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
App Store. Foto: internet App Store. Foto: internet
Jakarta - Dengan semakin variatifnya layanan oleh aplikasi, yang jumlahnya juga terus bertambah, membuat para pengguna iPhone rela menggelontorkan banyak uang untuk aplikasi di dalam ponselnya.

Sepanjang 2017 lalu, para penguna iPhone di Amerika Serikat semakin banyak menghabiskan uangnya untuk berlangganan maupun membeli konten tambahan di dalam aplikasi ponsel mereka dibanding pada 2016. Hal tersebut berdasarkan data yang dimiliki oleh Sensor Tower.

Firma yang fokus dalam optimalisasi App Store tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata pengguna iPhone di AS menghabiskan USD 58 (Rp 799 ribu) pada aplikasi di dalam ponsel mereka. Angka tersebut naik sekitar 23% dibanding pada 2016 lalu yang hanya mencapai USD 47 (Rp 647 ribu).



Game menjadi kategori aplikasi yang paling banyak dibeli user. Sebanyak 62% pengeluaran pengguna iPhone terhadap aplikasi mengarah ke sektor ini, atau rata-rata tiap user menghabiskan USD 36 (Rp 495 ribu) untuk mendukung kebutuhan main game. Angka itu meningkat sekitar 13% dari USD 32 (Rp 440 ribu) pada 2016.

Di belakang game ada sektor hiburan dengan aplikasi penyedia layanan video streaming seperti Netflix dan Hulu berada di dalamnya. Pengeluaran user di sektor tersebut tumbuh sebesar 57% menjadi USD 4,40 (Rp 60 ribu). Setelahnya, kategori musik yang diisi nama-nama seperti Pandora dan Spotify menguntit dengan pertumbuhan pembelanjaan pengguna iPhone mencapai 8% ke angka USD 4,10 (Rp 56 ribu)

Aplikasi media sosial pun tak luput jadi muara dari pengeluaran user dengan rata-rata dari mereka menghabiskan USD 3,60 (Rp 49 ribu) di sektor ini, atau tumbuh 38% dari 2016. Menariknya, meski sektor gaya hidup hanya membuat para user mengeluarkan USD 2,10 (Rp 28 ribu), namun pertumbuhannya paling besar dengan catatan 110% berkat popularitas aplikasi kencan seperti Tinder dan Bumble.

Tidak hanya meneliti pengeluaran para pengguna iPhone, Sensor Tower pun juga mengungkapkan sedikit mengenai pembelian yang dilakukan user Android lewat aplikasi di Google Play Store.

"Kami mengestimasi setiap perangkat Android yang aktif di Amerika Serikat tahun lalu menghabiskan USD 38 (Rp 523 ribu) pada aplikasi yang tersedia di Google Play Store, lebih sedikit USD 20 dibanding iOS," ujar Randy Nelson, Head of Moblie Insights Sensor Tower, seperti detikINET kutip dari TechCrunch, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan para pengguna ponsel Android memiliki lebih dari satu tempat resmi untuk membeli aplikasi, seperti Amazon Appstore atau Samsung Store. Selain itu, sejumlah aplikasi yang tersedia di Google Play Store pun memilih untuk tidak melakukan monetisasi langsung melalui platform tersebut, berbanding terbalik dengan Apple yang tak memperbolehkan hal tersebut terjadi di App Store.

Nelson juga menyebutkan bahwa hal tersebut pun berpengaruh pada pendapatan yang masing-masing diraup oleh Google Play Store dan App Store. Nama yang disebutkan pertama hanya meraih sekitar 60% pemasukan dari pesaingnya tahun lalu di Amerika Serikat.



Selain peningkatan pembelian di aplikasi, Sensor Tower mengumumkan bahwa jumlah unduhan di App Store pun juga mengalami pertumbuhan. Rata-rata, pengguna iPhone di AS tahun lalu mengunduh empat aplikasi tambahan di ponselnya, atau hampir 10% lebih banyak dibanding pada 2016.

Sekali lagi, sektor game menjadi yang paling dominan, lalu diikuti oleh aplikasi foto dan video, hiburan, jejaring sosial, serta utilitas. Secara keseluruhan, para pengguna iPhone rata-rata telah mengunduh 45 aplikasi di ponselnya hingga 2017. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed