Benarkah Gamers Lebih Awas?
- detikInet
Jakarta -
Menurut penelitian, penggemar video game memang 'membuang' banyak waktu untuk bermain game. Tetapi ketika mereka harus mencari sesuatu mereka dapat menemukannya lebih cepat dari non pecandu game. Gamer yang jadi subyek penelitian adalah pemain Grand Theft Auto dan Super Mario. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Acta Psychologica, sebuah jurnal psikologi yang cukup terkemuka di Amerika Serikat. Dalam eksperimennya dengan murid sekolah, peneliti menemukan orang yang sering main games dapat lebih cepat menemukan target dari pada temannya yang tidak pernah memainkan game. Rahasianya? ada proses visual tertentu yang diperlukan untuk bermain video game.Otak pemain game tidak menunjukkan adanya aktivitas pencarian spesial, menurut kepala Study Dr. Alan Castel, di Universitas Washington di St Louis. Pada Reuters Health yang dikutip detikinet, Selasa (5/7/2005) ia mengungkapkan, penggemar game menggunakan strategi pencarian yang sama dengan yang bukan pemain games. "Mereka hanya melakukannya dengan lebih cepat," katanya.Seberapa cepat? Menurut Castel pemain game hanya lebih unggul 100 mili detik. Artinya jangan buru-buru keranjingan game atau membenarkan keranjingan game dengan alasan hasil penelitian ini. Meski demikian, pemain games diakui mempunyai proses visual yang lebih baik yang bisa jadi akan berguna untuk menghindar dari kecelakaan. Pecandu game dalam penelitian itu bermain game selama 6 hari semingu, rata-rata sekitar 2 jam setiap hari. Video games selama ini banyak dikritik karena memuat isi yang menyalahi norma dan memberikan kontribusi negatif dalam gaya hidup. Menurut Castel, hasil penelitian ini tidak bermaksud menghakimi pemain video games sebagai orang baik atau orang jahat. Castel mengungkapkan, penelitian utamanya adalah efek visual processing, perhatian dan gerakan. Hasilnya mungkin dapat digunakan untuk membantu proses medis rehabilitasi otak, misalnya setelah stroke, kecelakaan, atau pikun.
(wicak/)