Ponsel Capai Rp 300 Juta
Vertu Tonjolkan Eksklusifitas Kemewahan
- detikInet
Jakarta -
Vertu mengeluarkan ponsel edisi terbatas untuk kalangan pencari eksklusifitas. Orang kebanyakan pasti tercengang dengan harganya. Tapi bagi yang berelebih, mereka tak hanya tercengang tapi pasti membelinya begitu mereka mau.Harganya mencapai Rp 300 juta. Uang sebanyak itu bukan untuk ditukar dengan mobil atau rumah, tapi dengan ponsel. Adalah Vertu, perusahaan yang bermarkas di London memproduksi ponsel buatan tangan untuk kalangan jetset. Telepon genggam yang dirakit tangan itu, di jual dengan harga berkisar Rp 70 juta - Rp 300 juta, untuk produk versi Signature. Sedangkan untuk Ascent yang lebih ditujukan untuk kalangan wanita, Vertu mematok harga Rp 47 juta. Kalau mau lebih spesial lagi, Vertu mengeluarkan edisi khusus untuk Ascent seharga Rp 52 juta.Frangky Sutiono, General Manager Vertu Indonesia, tetap optimis dengan penjualan Vertu. Meski Vertu secara teknologi terbilang minus, karena hanya menggunakan teknologi telepon genggam biasa yang diadopsi dari Nokia dengan fitur tidak ada yang spesial. Alias hanya bisa digunakan untuk menelpon dan SMS."Unik, investasi jangka panjang dan limited edition," ujar Frangky pada detikinet di Ritz Charlton Hotel, Jumat (20/5/2005). "Vertu memang cuma ditujukan buat orang yang suka cari ponsel mahal. Daripada tiap ada produk baru mereka beli lagi," tambahnya.Telepon Genggam yang seharga mobil mewah ini ada yang bermaterikan emas 18 karat pada rangkanya, permukaannya menggunakan kristal safir 69,25 karat. Untuk sentuhan setiap tombol, terdapat batu ruby berwarna ungu di dalamnya. Bahan baku pesawat ulang-alik diciptakan untuk peredam panas akibat menelpon terlalu lama serta untuk anti radiasi. Setiap unit terdiri dari 388 bahan mekanis. "Semua komponen materi tersebut dirakit oleh 30 orang, disertai dengan sertifikat. Kurang eksklusif bagaimana?" tandas Frangky.Vertu tidak menyebutkan berapa unit produk yang disebar di Indonesia. Tapi pihaknya menyebut geliatnya di Singapura. "Produk kami ini cuma terjual ratusan per tahunnya di Singapura, tidak seperti Nokia yang menjual ribuan bahkan jutaan produk per tahunnya," tandas Eric Lee, Sales Director Vertu Singapura. Eksklusifitas Vertu memang bertujuan sebagai trademark tersendiri seperti merek jam tangan Rolex. "Kedepannya material Vertu akan seperti Rolex," kata Constance Chew, Global Communication Director Vertu Asia yang pernyataannya dibenarkan oleh Frangky.Kalau mau menambahkan berlian, material dan pemasangannya dipesan khusus di London. "Harganya tergantung materi saat itu," kata Frangky. Produk ini menyediakan garansi selama dua tahun untuk Signature, dan satu tahun untuk Ascent. Meski mahal, tak menjamin produk ini tidak bisa rusak. Jadi kalau rusak, mekanik yang menanganinya ada di London. Vertu Indonesia hanya bertugas memperlancar pengiriman barang ke London, harga servisnya juga ditentukan dari London.Sejauh ini, Vertu mempunyai lima cabang distribusi di Indonesia. Dua cabang di Jakarta, sisanya di Bandung, Surabaya dan Medan.
(wicak/)