Anak Gadis Teliti Kasus 'Jempol PlayStation'
- detikInet
Jakarta -
Seorang gadis berusia 13 tahun diperkirakan menjadi orang termuda yang tulisannya terbit dalam jurnal medis. Ia meneliti kasus 'Jempol PlayStation'. Apa itu?Gadis itu bernama Safura Abdul Karim. Hasil tulisannya diterbitkan dalam jurnal bernama South African Medical Journal. Safura meneliti kasus yang disebut sebagai 'Jempol PlayStation' yaitu cidera pada ibu jari tangan yang disebabkan terlalu lama bermain PlayStation. Ia mewawancarai 120 rekannya untuk mengetahui apakah mereka mengalami hal itu. Gejala-gejala 'Jempol PlayStation' mencakup lecet, mati rasa, dan kesemutan pada ibu jari tangan. Kondisi itu, tulis Safira, tergolong dalam cidera akibat tekanan berulang-ulang (Repetitive Strain Injury - RSI).Safira mengakui bahwa RSI bukan hal baru, namun selama ini RSI terjadi pada orang dewasa. Misalnya akibat terlalu sering mengetik di depan komputer. "Kini komputer dan game menimbulkan masalah baru seperti 'Jempol PlayStation'. Masalah ini semakin sering dialami anak-anak," ujar Safira dalam artikel itu seperti dituliskan BBC dan dikutip detikinet, Sabtu (25/6/2005). Penyunting South African Medical Journal, Profesor JP van Niekerk, menyebut artikel itu akan didaftarkan dalam Index Medicus, yaitu jurnal internasional yang mendaftar artikel terkait ilmu pengetahuan di bidang medis. "Agar dunia mengetahui dan mengutipnya," ujar Niekerk pada BBC.Dalam studinya, Safira menemukan, 28 dari 60 anak laki-laki dan 17 dari 60 anak perempuan rajin bermain PlayStation. Dari jumlah tersebut, delapan anak laki-laki dan tujuh anak perempuan mengeluhkan gejala-gejala 'Jempol PlayStation'.
(wicak/)