Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tunanetra dan ICT
Kompetisi Game untuk Tunanetra
Tunanetra dan ICT

Kompetisi Game untuk Tunanetra


- detikInet

Jakarta - Kemampuan akses komputer bagi tunanetra juga memberikan akses hiburan lewat game komputer. Bahkan, sebuah kompetisi game tunanetra sedang dipertimbangkan. Hanya karena memiliki penglihatan yang berbeda, bukan berarti tunanetra tidak bisa menikmati hiburan elektronik berupa game. Tentunya, istilah game bagi tunanetra bukan singkatan dari Video Game tapi Audio Game.Seperti ditunjukkan oleh Rama, Eko Ramaditya Adikara, seorang tunanetra yang terlahir buta total namun mendapatkan kemampuan melihat 10 % lewat sebuah operasi. Rama, seorang jurnalis bagi situs Yayasan Mitra Netra, menggemari permainan elektronik (game). Saat berbincang-bincang dengan wartawan di Yayasan Mitra Netra, Jakarta, akhir pekan lalu (02/04/2005), Rama mengatakan sedang mengembangkan game aksesibel untuk tunanetra Indonesia. "Kami sedang berencana untuk membuat game aksesibel sendiri," tuturnya. Kebanyakan game aksesibel yang ada saat ini, lanjut Rama, adalah game yang memanfaatkan fasilitas audio dari komputer. Namun itu bukan berarti jenis permainannya terbatas, menurut Rama beberapa game aksesibel bahkan berupa game simulasi pertempuran Perang Dunia II. Saat itu ia juga mencontohkan sebuah game berjudul Sonic Match, yaitu game ketangkasan menekan keyboard sesuai bunyi yang terdengar di speaker komputer. "Game ini bisa melatih konsentrasi," ujar Rama sambil jemarinya gesit menekan-nekan tombol yang sesuai.Bekerjasama dengan Divine Kids Association, yang dikepalai oleh David Setiabudi, Rama menjelaskan ia sedang mengembangkan game aksesibel yang juga memiliki tampilan animasi. Tujuannya? "Agar orang yang normal bisa ikut bertanding," ujar Rama. Rama berharap akhir April ini game tersebut sudah rampung dibuat. "Tipenya merujuk dari game yang tadi saya mainkan," tukas lajang yang mendesain sendiri situs pribadinya. Menurut Irwan Dwi Kustanto, Wakil Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Netra, sebuah kompetisi game juga sedang dipertimbangkan oleh Yayasan Mitra Netra. Lomba itu nantinya akan mengundang peserta tunanetra dan awas (berpenglihatan normal). Hal itu akan menjadi lanjutan dari program Digital Hope Samsung yang dimenangkan Mitra Netra di tahun 2004. Program Digital Hope Mitra Netra berfokus pada peningkatan akses teknologi informasi dan komunikasi bagi tunanetra, terutama generasi muda.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, jumlah penyandang cacat di Indonesia mencapai 10 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan menurut Departemen Kesehatan, sebanyak 1,5 persen dari itu adalah tunanetra. Artinya, kurang lebih ada 3 juta penduduk Indonesia yang bisa dikategorikan sebagai tunanetra. (rouzni/)







Hide Ads