Jadi Perdebatan Sengit
Game Kekerasan Akan Dibatasi
- detikInet
Jakarta -
Game bernuansa kekerasan cocok dikonsumsi anak-anak? Hal itu menjadi perdebatan sengit di California, Amerika Serikat. Penjualan game akan semakin dibatasi. Pejabat hukum California, Amerika Serikat, Kamis (5/5/2005) menyetujui rancangan hukum seputar pelarangan penjualan video game yang dianggap terlalu banyak mengandung kekerasan untuk ukuran anak-anak. Berikutnya rancangan itu akan diajukan ke forum yang lebih luas untuk disahkan. Meski demikian, Gubernur California Arnold Schwarzenegger tidak ambil bagian dalam pernyataan ini. Schwarzeneger adalah mantan aktor laga Hollywood yang kerap bermain di film-film bernuansa kekerasan.Nantinya peraturan itu akan menetapkan hukuman denda sebesar US$ 1000 (Rp 9,5 juta) dan pelabelan kategori 'keras' untuk video game yang dianggap terlalu mengumbar kekerasan. "Kami tidak akan mengijinkan anak-anak untuk membeli pornografi, rokok dan alkohol. Seperti halnya kami melarang mereka untuk tidak membeli video game yang akan mengajarkan mereka untuk berbuat hal-hal yang akan menyebabkan mereka masuk penjara -- misalnya pelecehan terhadap wanita, berkumpul dengan anak-anak jalanan yang suka mabuk, mengerjai polisi, dan lain-lain," tandas Yee, seorang psikolog anak. Demikian dilansir Reuters, dan dikutip detikinet Jumat (6/5/2005).Sementara itu, para pelaku industri game membantah. Mereka mesa tidak perlu dilarang untuk menjual. Karena selama ini, pembatasan penjualan video game 'dewasa' agar tidak dikonsumsi anak-anak sudah cukup baik.Walaupun begitu, industri bernilai US$ 10 milyar (Rp 95 trilyun) ini meramalkan bahwa hukum pembatasan penjualan game tersebut akan segera diberlakukan tahun ini di sejumlah negara bagian seperti Illinois, Michigan, dan North Carolina.
(wicak/)