PDA Mackintosh Kenang Sang Maestro
- detikInet
Jakarta -
Menghargai karya maestro-maestro kenamaan tanah air? Bisa lewat pengenalan karya-karya besarnya kepada publik. Seperti yang dilakukan warga Inggris terhadap salah satu arsiteknya yang paling legendaris, Charles Rennie Mackintosh.Charles Rennie Mackintosh, adalah seorang arsitek, disainer, sekaligus artis yang paling dikagumi di seluruh dunia. Ia adalah salah satu artis paling menonjol yang menghasilkan karya-karya beraliran art nouveau di abad 20 ini.Kontribusi Mackintosh di bidang seni bangunan modern tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia adalah seorang jenius yang kebanyakan karya-karyanya masih terselamatkan dan tersimpan rapi di Glasgow, Inggris.Kini, di peringatan ulang tahunnya yang ke-137, ia kembali dikenang. Lewat bantuan Personal Digital Assistance (PDA), para pengunjung bangunan hasil sentuhan tangannya bisa menikmati sejarah Mackintosh.Komputer genggam yang berisikan informasi mengenai kehidupan pribadi Mackintosh, pekerjaannya, dan link ke situs pribadi Mackintosh ini tersebar di enam gedung tersohor di Glasgow, Inggris. PDA ini nantinya dapat digunakan oleh para pengunjung yang ingin mengakses informasi terkait.Peluncuran layanan informasi lewat PDA tersebut sedianya dilaksanakan Selasa (7/6/2005) ini di Queen's Cross Church, Glasgow, Inggris.Sementara itu, teknologi anyar ini baru akan dapat dinikmati di seluruh kota-- pada pusat atraksi Mackintosh-- tahun depan.Lantas, siapa yang ada di belakang ide cemerlang sekaligus mulia ini? Empat organisasi terlibat dalam penyediaan layanan informasi Mackintosh. Diantaranya, Mackintosh Heritage Liaison Group, Scottish Enterprise, Glasgow City Council dan Glasgow City Marketing Bureau.Alasan dari pengadaan jaringan akses informasi Mackintosh nirkabel, diharapakan kota Glasgow akan mendapatkan penghargaan 'World Heritage Status'. Sebuah penghargaan yang menandai sebuah karya dinilaisudah mendunia dan amat bernilai.Stuart Robertson, Direktur Mackintosh Society mengatakan, "Mackintosh adalah salah satu orang berbakat besar yang muncul di era pertengahan 1890 hingga akhir 1920. Karya-karyanya pun sudah sangat mendunia," demikian seperti dilansir BBC News dan dikutip detikinet Selasa (7/6/2005).Sementara itu Jim Muir dari Scottish Enterprise menambahkan,"Dengan kolaborasi akses nirkabel, portal berkelas dunia ditambah lagi nama besar Mackintosh, kita dapat mempermudah orang untuk dapat mengakses informasi mengenai hasil-hasil karyanya. Teknologi ini memungkinkan informasi tersaji secara lebih beragam dan menarik."Di Indonesia sendiri juga banyak hasil karya maestro-maestro kenamaan yang namanya juga sempat mendunia. Seperti, pelukis Basuki Abdullah dan Affandi. Belum lagi bangunan-bangunan tua yang patut diacungi jempol keberadaanya. Meski mungkin tidak didisain orang Indonesia, setidaknya kita harus dapat menunjukkan bahwa bangsa kita juga sangat menghargai hasil karya orang lain. Sudah saatnya bagi Indonesia untuk membuat warganya lebih mencintai produk bangsa sendiri lewat pengenalan hasil karya anak bangsa. Mungkin bisa mengadopsi taktik Glasgow?
(donnybu/)