Kamera Video Digital Sekali Pakai Akan Populer?
- detikInet
Jakarta -
Jaringan toko obat CSV yakin kamera video digital sekali pakai akan sepopuler kamera film dan kamera digital sekali pakai. Jaringan toko obat CSV menjadi pengecer pertama di Amerika Serikat (AS) yang menjual produk kamera video digital sekali pakai. Kamera tersebut dikembangkan oleh perusahaan elektronik Pure Digital. Jonathan Kaplan, Chief Executive Pure Digital mengatakan, nantinya produk itu akan didistribusi secara luas oleh pengecer lain. Kamera video berukuran saku itu dijual seharga US$ 29,99 (Rp 287 ribu).Kamera video seberat kurang dari 5 ons, dengan layar warna 1,4 inchi, sanggup merekam dan menghapus video dan suara selama 20 menit. Sebagai pengganti pita untuk menyimpan video digunakan memory chip. Kamera untuk merekam suara dan video itu diproduksi oleh pabrik di Cina. Sedangkan untuk memory chip disediakan oleh perusahaan penghasil chip terbesar, Samsung Electronics.Pada kategori kamera sekali pakai, pertumbuhan unit per tahunnya mencapai 218 juta. Mike Wolf, Direktur perusahaan fotografi digital InfoTrends/CAP Venture memperkirakan pertumbuhan kamera sekali pakai akan tercatat sebesar 38 persen dari total volume film di Amerika Serikat tahun 2005. "Kamera video digital sekali pakai yang simpel dan terjangkau," kata Wolf. "Hal tersebut tentunya bisa memacu pertumbuhan pasar video digital dalam cara yang serupa," tambahnya.Trik Bisnis 'Silakan Datang Lagi'Para Analis mengatakan bisnis film sekali pakai dan kamera digital merupakan kunci utama untuk membuat pelanggan datang kembali ke toko. Trik tersebut diyakini dapat membantu toko pencetak foto tradisional seperti pasar swalayan dan apotik mengurangi efek penurunan bisnis pasar kamera film setelah maraknya era digital.Setelah merekam, pelanggan harus mengembalikan Kamera video daur ulang tersebut ke toko CVS. Konten dari Kamera video, dapat di transfer ke cakram DVD dengan biaya US$ 12,99 (Rp 125 ribu). Trik bisnis agar pelanggan mau datang lagi bisa dibilang merupakan trik lama. Hanya saja dikemas dengan bungkus yang berbeda. Tapi dari segi inovasi dan kreativitas patut diacungi jempol. Kita lihat saja apa trik tersebut sampai ke Indonesia.
(donnybu/)