Selasa, 14 Nov 2017 18:35 WIB

Bukan iPhone X, 'Nenek Moyang' Ponsel Layar Penuh Adalah...

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sharp Aquos. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Sharp Aquos. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Layar penuh yang ditawarkan oleh Apple melalui iPhone X, telah menyita perhatian pasar gadget. Namun Sharp merasa sebagai yang paling awal soal inovasi tersebut.

iPhone X diumumkan oleh Apple pada September lalu, bertepatan dengan pengenalan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, yang kemudian baru dipasarkan pada 3 November kemarin.

Sharp sendiri telah merilis Aquos S2, smartphone layar penuh sedari Agustus. Lebih jauh lagi, Sharp telah menghadirkan smartphone tanpa bingkai lewat Aquos Crystal pada Agustus 2014 atau sekitar 3 tahun lalu.

"Jadi, kita pertama kali yang menghadirkan full display," ucap Zhongsheng Luo, Global CEO of Sharp/InFocus & Executive Director of Foxconn di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Meski demikian, ada yang berbeda dari konsep layar penuh iPhone X dari Apple dengan S2 yang ditawarkan oleh Sharp. Apple berani menanggalkan home button di iPhone X, sementara Sharp belum 'percaya diri' menanggalkan di S2.

Ada alasan kenapa inovasi full display yang pertama disediakan oleh Sharp sekitar tiga tahun lalu itu tidak dikembangkan lagi sebelum iPhone X hadir. Sharp mengatakan ketika itu kondisi pasar belum sepenuhnya matang.

"Waktu itu full display belum mature dan Sharp tidak mengembangkannya di luar Jepang. Selama dua tahun terakhir, perkembangan ponsel tidak ada yang baru. Sekarang sudah matang, semua brand ingin layar penuh, ikuti tren. Jadi, timing ya saat ini (kembangkan full display)," tutur Lou. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed