Kamis, 09 Nov 2017 18:53 WIB

Ponsel 4G Asal Prancis Ini Ikut Tunduk Aturan TKDN

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Wiko Mobile Indonesia mengaku sudah memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sejak awal 2017. Vendor asal Prancis ini punya pabrik perakitan di Indonesia.

Seperti diketahui, berdasarkan ketentuan pemerintah sebelumnya, setiap vendor ponsel yang ingin menjual smartphone 4G di Indonesia harus memenuhi persyaratan TKDN sebesar 30%.

"Perakitan di lokal sini ada. Kami menggandeng mitra pihak ketiga. Kami sekarang kerjasama dengan SST, groupnya Parastar, kemudian kami juga kerjasama dengan Tridharma Kencana," ucap CEO Wiko Mobile Indonesia Taufik Syahbuddin di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Ponsel Wiko 4G, lanjut Taufik, sudah dirakit di Indonesia sejak 2017. Sementara itu, pemenuhan TKDN-nya sudah dilakukan dari 2016.

"Semua produk kami yang 4G mulai dari Harry, Upulse, sampai View ini sudah dirakit di sini kok. Yang 4G ya. Kalau yang 3G karena aturannya tidak ada, maka masih impor," sebutnya.

Untuk perakitan dengan Parastar, disebutkan Taufik terdiri dari dua lini produksi dengan kapasitas produksi satu lini sekitar 2.000 unit sampai 3.000 unit ponsel per hari, atau sekitar 180.000 unit per bulan dari dua lini produksi.

Untuk Tridharma Kencana, Taufik mengaku tidak tahu persis berapa kapasitasnya. Namun dia meyakinkan, kapasitas produksinya cukup untuk produksi Wiko.

Saksikan video Peluncuran Wiko View di sini:

[Gambas:Video 20detik]
Tonton juga video lainnya di 20detik!

(rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed