Rabu, 17 Mei 2017 18:02 WIB

Oppo Musnahkan 23.000 Ponsel di Bogor

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Bogor - Banyak cara yang dilakukan vendor ponsel untuk menjaga kualitas perangkatnya di pasaran. Oppo Indonesia, misalnya, mereka memilih memusnahkan ponsel yang rusak.

Media Engagement Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan pihaknya kerap diterpa isu menjual produk rekondisi. Untuk menyangkal hal tersebut pihaknya melakukan penghancuran perangkat yang sudah rusak.

"Barang refurbished mengurangi kepercayaan. Meski dijual, akan cepat kambali lagi ke Oppo karena rusak lagi. Jadi kami pilih menghancurkan 23 ribu ponsel yang rusak," jelas Aryo ditemui saat proses penghancuran ponsel Oppo di Bogor, Rabu (17/5/2017).

Ada pun perangkat yang dihancurkan merupakan ponsel rusak yang dikumpulkan Oppo dari 2013 hingga 2016. Varian ponsel yang dihancurkan meliputi A11w, R1001, R827, R8113, R821, R831, R5, X909, R819, R7KF, R7plus, F1 Plus, X9097, X9096 dan N3.

"Paling banyak A11w (Joy 3), 1201 (Joy) R5 Gilder Edition," ungkap Aryo.

Oppo Musnahkan 23.000 Ponsel di BogorFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Dalam proses pemusnahan ini Oppo menggandeng PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPli). Lokasinya berada di Nambo, Gunung Putri, Bogor.

Vendor asal China itu melakukan memilih opsi disposal. Artinya tidak ada satu komponen yang didaur ulang. "Selain menjaga kualitas, kami ingin menjaga kerahasiaan komponennya. Agar tidak dibuat ulang atau ditiru," ujar Aryo.

Saksikan video 20detik tentang pemusnahan Oppo di sini:



Sayang pria berkacamata itu tidak mau mengungkap berapa dana yang digelontorkan Oppo Indonesia untuk memusnahkan ribuan ponselnya itu. Tapi ke depan, ia memastikan, pihaknya akan rutin melakukan pemusnahan ponsel rusak.

"Kami berkomitmen untuk menjual produk yang berkualitas dan bukan refurbished," pungkas pria berkacamata itu. (afr/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed