"Ini adalah malapetaka, namun Samsung melakukan hal yang benar pada akhirnya dan menyelamatkan merek mereka," kata Eric Schiffer, Chairman di perusahaan Reputation Management Consultant yang dikutip detikINET dari Fox News.
Samsung sudah berusaha melakukan recall dan menggelontorkan unit yang baru, tapi unit baru itupun tetap bermasalah. Daripada berita buruk terus mengalir, membunuh Note 7 memang keputusan yang harus diambil, tidak ada alternatif lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya yang harus ditanggung Samsung karena mematikan Note 7 diprediksi begitu besar, bisa mencapai USD 17 miliar menurut analisa Credit Suisse. Tapi itu tetap lebih baik daripada membuang-buang waktu memperbaiki ponsel yang sudah buruk citranya.
Jadi mampukah Samsung bangkit kembali dan melalui krisis besar ini? Vendor asal Korea Selatan itu dipercaya dapat melakukannya. Dan sudah pasti produk Samsung di masa mendatang akan melewati kontrol kualitas yang jauh lebih ketat agar tragedi Note 7 tak terulang kembali.
"Prediksiku adalah mereka akan bangkit dan akan sukses secara luar biasa di versi ponsel selanjutnya, di mana akan menjadi produk teknologi yang paling diperlakukan secara hati-hati," pungkas Eric. (fyk/ash)