Berdasarkan data dari Strategy Analytics, pada kuartal empat 2015, pengapalan smartwatch secara global sudah menyalip angka pengapalan jam tangan konvensional buatan Swiss. Ini adalah kali pertamanya perangkat wearable tersebut bisa menyalip jam tangan konvensional yang lebih mewah.
Pengapalan jam buatan Swiss menurun 5% pada kuartal empat 2015 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Sementara pengapalan smartwatch meningkat 316% dalam rentang waktu yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurunnya minat pengguna terhadap jam tangan konvensional buatan Swiss diperkirakan karena perusahaan jam tangan di negara tersebut enggan mencoba hal baru, dalam hal ini perangkat wearable.
"Industri jam tangan Swiss sangat lambat dalam bereaksi terhadap pengembangan smartwatch. Mereka bersikukuh dan berharap smartwatch nantinya akan mati," ujar Neil Mawston, executive director Strategy Analytics dalam pernyataannya.
Memang tak semua perusahaan pembuat jam malas berubah. Tag Heuer misalnya, meluncurkan jam tangan pintar bernama Connected Watch yang menggunakan OS Android Wear dengan prosesor Intel.
Merosotnya popularitas jam tangan konvensional ini seperti yang diprediksikan Jony Ive, bos desain Apple pada 2014, yang menyebut pasar jam tangan mewah nantinya akan berada dalam masalah, setelah Apple pertama memamerkan Apple Watch. (asj/rns)