Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
WhatsApp: Raja Pesan Instan Berkantong Tipis

WhatsApp: Raja Pesan Instan Berkantong Tipis


Yudhianto - detikInet

whatsapp
Jakarta -

Dengan jumlah pengguna mencapai 900 juta, WhatsApp menjadi layanan pesan instan paling populer. Namun kalau bicara pendapatan ternyata WhatsApp tak ada apa-apanya kalau dibandingkan WeChat.

Menurut data yang dibeberkan badan riset Activate, jumlah pengguna WeChat saat ini memang masih berada di kisaran angka 600 juta, masih kalah jauh dari WhatsApp. Tapi kalau bicara monetisasi WeChat lebih lihai karena mampu meraup USD 7 dari setiap penggunanya.

Kalau ditotal dari 600 juta penggunanya berarti WeChat mampu meraih pemasukan sebesar USD 4,2 miliar dari layanannya itu. Raihan ini berkebalikan dengan WhatsApp sebagai rajanya pesan instan, layanan asal Amerika ini ternyata cuma mampu mendapat pemasukan sebesar 6 sen alias USD 0,06 saja dari tiap penggunanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau dikalikan dengan jumlah penggunanya yang mencapai 900 juta pengguna, penghasilan WhatsApp 'hanya' sebesar USD 54 juta.

Tapi kalau ditarik garis besarnya layanan-layanan pesan instan dari Asia memang lebih besar pemasukannya. Selain WeChat, yang pendapatannya juga tak kalah lumayan adalah Line karena mampu mendulang USD 3,16 dari tiap pengguna yang kini berjumlah 200 juta. Kalau ditotal pemasukan Line mencapai USD 632 juta.

Sedangkan layanan pesan instan Viber yang berasal Amerika seperti halnya WhatsApp, pendapatannya malah jauh lebih kecil lagi dari WhatsApp. Dari tiap penggunanya Viber cuma bisa meraih 1 sen.

Activate menyebut strategi layanan-layanan pesan instan Asia yang menjual stiker dan aplikasi dalam layanannya menjadi sumber pemasukan terbesar. Facebook Messenger yang juga asal Amerika sebenarnya pernah mencoba menawarkan hal yang sama, tapi pada akhirnya layanan pesan instan kepunyaan Facebook itu menyodorkannya secara gratis.

(yud/ash)





Hide Ads