Sekilas memang sulit membedakan mana Apple Store yang asli dan yang palsu. Toko-toko tersebut berlomba menampilkan diri dengan tingkat imitasi yang nyaris sempurna.
Tak hanya menempelkan ikon khas Apple, para staf di Apple Store palsu pun menggunakan seragam yang sama seperti staf di Apple Store asli. Agar lebih meyakinkan konsumen, toko-toko itu juga memajang sampel iPad tebaru dan Apple Watch di etalase mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple Store tak resmi di Shenzhen diketahui mengambil keuntungan dengan penjualan cepat dalam waktu singkat. Mereka menjual kembali perangkat yang mereka beli dari penjual resmi dan melalui distributor tertentu dengan harga dua kali lipat dari harga resmi.
Hal ini dikarenakan kurangnya pasokan resmi dari Apple, sementara permintaan pasar sangat besar. Fenomena ini juga memperlihatkan tingginya minat konsumen terhadap iPhone untuk penunjang gaya hidup mereka.
"Ada banyak penggemar Apple di China. Banyak orang bersedia menyerahkan uang ekstra hanya untuk mendapatkan iPhone terbaru dan memamerkannya," kata seorang petugas di salah satu Apple Store palsu bernama Zhao.
Sejumlah pekerja di Apple Store palsu mengaku membeli iPhone baik di China maupun luar negeri seperti Amerika Serikat dan Hong Kong, kemudian diselundupkan melintasi perbatasan ke daratan.
(rns/ash)