Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Demi Windows XP, Militer AS Bayar Microsoft Rp 120 Miliar

Demi Windows XP, Militer AS Bayar Microsoft Rp 120 Miliar


Fino Yurio Kristo - detikInet

Windows XP (gettyimages)
Jakarta -

Windows XP adalah sistem operasi lama Microsoft yang diluncurkan sekitar 14 tahun lalu dan sudah diberhentikan dukungannya. Tapi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) masih memakainya dan rela membayar mahal Microsoft agar tetap mendapatkan support.

Microsoft sejatinya telah menghentikan dukungan terhadap Windows XP sejak April tahun lalu. Karenanya, Windows XP lebih rentan diserang hacker karena tidak lagi mendapat update jika ada celah keamanan.

Agar tetap mendapatkan dukungan, Angkatan Laut AS rela membayar USD 9 juta atau di kisaran Rp 120 miliar per tahun. Perusahaan atau lembaga yang masih mengandalkan Windows XP memang mendapat opsi dari Microsoft untuk membayar agar tetap memperoleh pelayanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angkatan Laut bergantung pada beberapa aplikasi dan program yang masih tergantung pada produk Windows yang lama," kata Steven Davis, juru bicara Angkatan Laut AS yang dikutip detikINET dari CNN, Minggu (28/6/2015).

Angkatan Laut AS sudah berencana melakukan upgrade ke sistem operasi Windows terbaru. Namun prosesnya diperkirakan baru akan selesai tahun 2017.

Tidak disebutkan berapa jumlah sistem komputer Angkatan Laut AS yang masih menggunakan Windows XP. Namun mengingat bayaran untuk mendapat dukungan Microsoft terhitung besar, dipastikan jumlahnya tidak sedikit.

Ternyata tidak hanya Angkatan Laut AS, masih banyak lembaga lain yang tetap memakai Windows XP. Diperkirakan 15% komputer PC di dunia masih mengandalkan Windows XP berdasarkan penelitian NetMarketShare. Kebanyakan ATM bank pun masih memakainya.

(fyk/fyk)







Hide Ads