Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Menjajal LG G Flex 2, Ponsel Lengkung Favorit CES 2015

Menjajal LG G Flex 2, Ponsel Lengkung Favorit CES 2015


- detikInet

G Flex 2 (gettyimages)
Jakarta -

Perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2015 di Las Vegas telah berakhir. Beberapa smartphone unjuk gigi di pameran elektronik terkemuka itu, salah satu yang mencuri perhatian adalah ponsel lengkung LG G Flex 2.

G Flex 2 sukses jadi favorit di CES 2015 dengan meraih CES Editors’ Choice Award dan beberapa penghargaan lainnya. Memang seperti apa kesan-kesan setelah mencobanya? Berikut beberapa kesimpulan dari mereka yang telah melakukan hands on pada G Flex 2.

Anand Tech

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan pengumuman G Flex 2, kita akhirnya melihat peluncuran perangkat dengan SoC Qualcomm Snapdragon 810. SoC ini adalah peningkatan bagus di G Flex, dan bukan hanya itu saja. Contoh lain adalah layar Oled versi baru yang merupakan peningkatan dari G Flex edisi pertama.

Ukurannya juga diperkecil. LG telah mengubah desainnya sehingga mirip dengan LG G3. Kamera G Flex 2 juga cepat untuk fokus dan OIS-nya sangat stabil ketimbang kebanyakan solusi lain. Secara keseluruhan, meski ada beberapa isu, LG G Flex 2 sepertinya adalah perangkat yang menjanjikan.

Digital Times

G Flex 2 memakai prosesor 64 bit Snapdragon 810 yang membuatnya jadi perangkat powerful. Ia memiliki GPU Adreno 300 dan memakai Android 5.0 Lollipop yang membuatnya menjadi perangkat LG pertama dengan OS Android terbaru.

Beberapa fiturnya menarik. Selain melengkung, ia juga 20% lebih tangguh dan layarnya tahan ketika jatuh. Fitur self healing sekarang jauh lebih cepat di mana goresan ringan dapat kembali 'sembuh' dalam 10 detik. Secara keseluruhan, G Flex 2 adalah perangkat menarik. Wujudnya yang kecil juga membuatnya lebih nyaman bagi banyak konsumen.

Ars Technica

Ukuran perangkat ini lebih baik dari sebelumnya. Layarnya mengecil dari 6 inch menjadi 5,5 inch yang membuatnya jauh lebih mudah dioperasikan. Perangkat ini adalah yang pertama dirilis dengan prosesor Snapdragon 810. Tapi meski cukup cepat, kami tak begitu takjub. Mungkin karena ada tambahan software LG di interface-nya.

G Flex memang didesain utamanya untuk jadi perangkat marketing LG, tentang seberapa inovatif mereka. Tapi inovasi hanya berarti kalau bermanfaat dan perangkat lengkung itu kurang berguna sekarang. Setiap kali kami melihat perangkat lengkung, kami bertanya mengapa harus begitu dan belum mendapat jawaban yang memuaskan.

Gizmodo

Seperti generasi sebelumnya, trik utama G Flex 2 adalah bentuknya melengkung, tapi sekarang ponsel ini juga jauh lebih baik. Layarnya Full HD, 403 ppi, jernih dan jauh lebih bagus dari G Flex edisi pertama. Ia memiliki pula generasi baru prosesor Snapdragon 810.

Tapi sepertinya G Flex 2 akan dibanderol mahal, bahkan kemungkinan lebih mahal dari penerus LG G3 yang merupakan flagship LG. Memang perangkat ini meningkat dari versi pertamanya, tapi tetap menimbulkan pertanyaan apakah Anda perlu atau tidak ponsel lengkung seperti ini.

Tech Radar

Ada banyak yang bisa disukai tentang G Flex 2. Dengan layar ukuran 5,5 inch, desain barunya sepertinya lebih menarik bagi pengguna Android yang lelah dengan ponsel desain datar begitu-begitu saja.

Spesifikasinya pun masuk akal. Jika harganya juga begitu, G Flex 2 akan meningkatkan kesempatan tren layar lengkung diterima dan mungkin ada di ponsel lain di luar LG.

(fyk/ash)





Hide Ads