Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lewat Aplikasi, Apple Raup Rp 232 Triliun

Lewat Aplikasi, Apple Raup Rp 232 Triliun


- detikInet

App Store Apple (gettyimages)
Jakarta -

Apple sukses membangun ekosistem bisnis untuk aplikasi iOS. Selama tujuh tahun sejak 2008 hingga 2014, sudah ratusan triliun rupiah uang yang berpindah dari kantung para fanboy ke rekening Apple dan para pengembang aplikasinya.

Tercatat, dari 1,2 juta aplikasi yang tersedia di Apple App Store hingga saat ini, uang sebanyak USD 20 miliar atau sekitar Rp 232,5 triliun dihasilkan dari 75 miliar kali download untuk perangkat berbasis iOS yang dirilis sejak 2008 silam.

Dari lima benua di dunia, kawasan Eropa diprediksi memberikan kontribusi terbesar dengan estimasi sepertiga dari total pendapatan Apple yang dihasilkan dari menjajakan aplikasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apple sendiri mengutip komisi sekitar 30% dari bisnis aplikasi ini. Dengan begitu artinya kocek perusahaan bertambah sekitar USD 10 miliar dari bisnis ini sejak 2008 lalu.

Apple sejak 2008 tercatat telah mengeluarkan uang sebanyak USD 6,5 miliar atau sekitar Rp 75,6 triliun untuk membayar jatah para developer aplikasi di Eropa.

β€œSaat ini ada sekitar 61 ribu pengembang aplikasi untuk iOS dari Inggris,” ungkap Senior Vice President Software Engineering Apple Craig Federighi seperti detikINET kutip The Guardian, Senin (11/8/2014).

Dari seluruh negara di kawasan Eropa, para pengembang aplikasi asal Inggris menjadi mitra komunitas terbesar bagi Apple. Posisi kedua ditempati pengembang aplikasi asal Jerman yang terdaftar sebanyak 52.200 dan Prancis sebanyak 30 ribu.

Eropa memang masih jadi lumbung pendapatan tertinggi untuk aplikasi. Diprediksi bisnis aplikasi secara global pada 2014 bisa menembus sekitar USD 86 miliar. Di Eropa sendiri nilai ekonomi bisnis aplikasi bisa mencapai sekitar USD 16,5 miliar.

Walau Google berusaha menyaingi Apple di bisnis aplikasi ini, namun perusahaan peninggalan Steve Jobs ini menyakini sekitar 80% pengembang aplikasi di Eropa pendapatannya mengandalkan platform iOS.

Pasalnya, sejak 2008 Apple mencatat ada sekitar 497 ribu pekerja yang menggarap aplikasi berbasis platform iOS di benua biru itu. β€œApp Store telah menciptakan pekerjaan yang dulunya tak pernah ada di perekonomian Eropa,” pungkas Apple dalam pernyataannya.

(rou/ash)







Hide Ads