iPod, iPhone, sampai iPad, adalah gadget yang mengubah teknologi buah karya Apple di masa kepemimpinan Jobs. Tentu banyak yang bertanya, akan seperti apa nasib Apple tanpa Jobs?
Sepeninggal Jobs, Apple dipimpin oleh Tim Cook. Banyak hal terjadi di Apple dalam masa kepemimpinannya sampai dua tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. iPad Mini Diluncurkan
|
|
"Kami pikir, ukuran layar 10 inch adalah minimum untuk menciptakan aplikasi tablet yang bagus," sebut Jobs.
Nyatanya, di bawah kepemimpinan Cook, Apple merilis iPad Mini. Tim Cook berkilah bahwa iPad Mini sangat berbeda dari tablet 7 inch. Ukuran iPad Mini memang lebih besar, yakni 7,9 inch.
"iPad Mini adalah sebuah produk fantastis, tak seperti tablet 7 inch yang tidak maksimal, produk ini berada di liga yang berbeda," tukas Cook.
iPad Mini mungkin tidak begitu direstui jika Steve Jobs masih hidup. Namun ia sukses besar, dan kini malah lebih banyak terjual dibandingkan versi iPad yang lebih besar. Perjudian Cook pun sukses.
2. Kekacauan Apple Maps
|
|
Apple Maps yang rilis tahun 2012 untuk menggantikan Google Maps penuh dengan error. Selain tidak akurat, penampilannya pun kadang berantakan.
Timbul pertanyaan, apakah Apple benar-benar menguji peta digitalnya itu sebelum akhirnya dirilis ke publik? Jika iya, kenapa lantas banyak sekali wilayah yang error ketika ditampilkan?
Steve Jobs mungkin sangat marah jika mengetahui kekacauan Apple Maps. Tim Cook tampaknya juga merasa malu sehingga dia pun meminta maaf ke publik terkait kesalahan Apple Maps.
Tidak hanya itu, Scott Frostall selaku Senior Vice President iOS dipecat, konon karena dia yang dianggap paling bertanggung jawab merilis Apple Maps yang masih setengah matang. Reputasi Apple pun sedikit banyak tercoreng.
3. Gadget Apple Tetap Laris
|
|
Buktinya, dalam laporan keuangan kuartal III di tahun fiskal 2013, perusahaan Cupertino itu meraup revenue hingga USD 35,3 miliar. Raihan ini naik sedikit dari angka USD 35 miliar pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Selama periode Q3 2013 yang berakhir 29 Juni kemarin, Apple menjual 31,2 juta unit iPhone (naik 20% dari 26 juta unit di tahun lalu), 14,6 unit iPad (turun 14% dari tahun lalu di angka 17 juta unit), dan 3,8 juta unit Macs (turun 5% dari tahun lalu sebanyak 4 juta unit).
Dilihat dari hasil tersebut, iPhone masih jadi mesin uang perusahaan warisan Steve Jobs itu. Dimana penjualan pada kuartal III kemarin menorehkan rekor tersendiri bagi smartphone jagoan Apple tersebut.
Jadi untuk urusan berjualan produk, Cook boleh dibilang dapat diandalkan.
4. Dituding Miskin Inovasi
|
|
"Tidak cukup jika mereka bisa menghadirkan satu produk dalam sepuluh tahun atau lima tahun, mereka butuh satu tiap tahun jika mereka ingin tetap baik baik saja," sebut Trip Chowdhry, managing director at Global Equities Research.
Inovasi Apple dirasakan melambat sekarang. Belum ada lagi produk yang benar benar inovatif dihadirkan Cook. Meskipun iPhone 5S dinilai cukup bikin terobosan dengan prosesor 64 bit.
"Apple memperkuat kembali iovasinya dengan iPhone 5S dan chip 64 bit-nya. Mereka mungkin menuju ke sesuatu yang besar," tukas Trip.
Beberapa pihak tetap menilai Cook mungkin tidak akan bisa menandingi visi dan kepemimpinan Steve Jobs. Namun setidaknya, ia mencobanya.
5. Harga Saham Turun
|
|
Terakhir kali saham Apple terlihat menanjak setelah kemunculan Cook adalah pada September 2012, saat perusahaan memperkenalkan iPhone 5. Sahamnya yang dibuka di level US$ 666,85 per lembar naik tipis menjadi US$ 669,79 per lembar.
Setelah itu, saham berkode APPL itu terus mengalami tren melemah, terutama setelah Cook tampil di hadapan publik, baik itu hanya memberikan proyeksi kinerja, memperkenalkan produk maupun memberikan sesuatu kepada pemegang saham.
Malah sempat ada gosip dewan pimpinan Apple sedang mencari Chief Executive Officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook. Tumbangnya harga saham Apple belakangan ini membuat kinerja Cook dipertanyakan.
Namun sampai saat ini, Cook masih dipercaya menakhodai Apple. Dan gosip tersebut sepertinya hanya kabar angin.
(fyk/ash)