BlackBerry bernasib suram belakangan ini, ditandai kerugian hampir USD 1 miliar dan rencana PHK 4.500 karyawan. Perusahaan asal Kanada ini mengakui tekanan berat yang dihadirkan Android dan iOS membuat mereka kewalahan.
BlackBerry menyatakan, pangsa pasar produknya menurun bahkan di pasar internasional yang jadi basis kekuatannya. Permintaan terus melemah baik di pasar kunci seperti Amerika Serikat dan menyebar ke negara-negara lain.
"Kompetisi intens yang berimbas pada hasil finansial yang sebelumnya mempengaruhi permintaan produk di Amerika Serikat saat ini juga dialami secara global, termasuk di pasar internasional yang biasanya mengalami pertumbuhan pesat," demikian pernyataan BlackBerry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (3/10/2013), pihak BlackBerry juga menggarisbawahi konsumen saat ini lebih memilih perangkat dengan dukungan aplikasi yang lebih banyak.
"Penurunan pasar juga bisa disebabkan pilihan konsumen pada perangkat yang mengakses banyak aplikasi, seperti yang tersedia di iOS dan Android," sebut BlackBerry.
BlackBerry saat ini mempertimbangkan opsi untuk menjual perusahaan. Fairfax Financial Holdings kabarnya siap membeli Blackberry dengan harga USD 4,7 miliar.
(fyk/rns)