"Juli kemarin sudah ada kenaikan penjualan 25%. Jelang Lebaran dan liburan tentu akan naik. Kalau bicara harga karena rupiah melemah koreksi hanya di kisaran 2%-6%," kata Ketua Asosiasi Importir Telepon Seluler Indonesia Eko Nilam, di Jakarta.
Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir ini nilai tukar rupiah terus melemah sejak pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak. Dollar bahkan sempat menembus Rp 10.500 dalam beberapa minggu terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perkirakan ada sekitar 100 juta unit ponsel yang diimpor tahun ini. Permintaan akan banyak untuk smartphone yang tengah menjadi tren di masyarakat saat ini," pungkasnya.
(rou/rou)