Tidak berbeda dengan jenis notebook hybrid ataupun convertible, notebook 2-in-1 memiliki kelebihan pada fungsi ganda yang ditawarkannya sebagai tablet sekaligus notebook pada umumnya.
Namun bila dibandingkan dengan notebook sejenis yang ada di pasaran saat ini, sebenarnya apa saja fitur kunci yang ditawarkan Intel lewat notebook 2-in-1 yang menjadi produk andalannya tersebut?
1. Kinerja vs Daya
|
|
Tentunya klaim tersebut bukan tanpa alasan, dengan kebutuhan daya minimal 6 watt, dapat dipastikan Intel Core generasi keempat mampu beroperasi pada tingkat daya yang sangat rendah, membuat baterai yang menyuplai daya dikatakan sanggup bertahan hingga hitungan belasan jam.
Bahkan Intel juga mengklaim bahwa notebook yang mengandalkan prosesor terbarunya, sanggup memutar video HD selama 9 jam non-stop tanpa khawatir kehabisan daya.
Selain itu dengan daya yang hanya 6 watt, memungkinkan desain perangkat yang lebih tipis, lebih ringan, lebih dingin dan lebih tenang berkat memungkinkannya penggunaan heatsink tanpa kipas.
2. Grafis Iris
|
|
Lewat sebuah demo, hal tersebut sukses dibuktikan Intel. Menjalankan game balap Grid 2, Iris mengukir raihan rata-rata 50 fps, bandingkan dengan pendahulunya yang hanya cukup pada kisaran 35 fps.
Iris diketahui hadir dalam dua varian yakni Iris dan Iris Pro, notebook 2-in-1 Intel kemungkinan besar cukup dengan Iris yang memang disiapkan Intel untuk menangani aktivitas grafis ringan seperti memutar film ataupun memainkan game ringan.
Sedangkan Iris Pro disiapkan untuk menangani aktivitas yang lebih berat seperti menjalankan game kelas menengah hingga melakukan editing foto dan video kompleks. Iris Pro memang diketahui sengaja disiapkan Intel untuk mempersenjatai gaming notebook dan performance desktop.
Β
3. Face Recognition
|
|
Layaknya kebanyakan face recognition lainnya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses komputernya hanya dengan mengarahkan wajahnya ke kamera.
Namun tidak hanya itu, setelahnya pengguna masih harus memasukkan gerakan gesture yang telah ditentukannya. Bila kombinasi keduanya sesuai, maka notebook akan dapat diakses.
Menariknya, fitur ini tidak hanya dapat digunakan hanya saat login ke dalam komputer tapi juga pada layanan lain yang membutuhkan password seperti misalnya belanja online.
4. Voice Activation
|
|
Cukup dengan mengucapkan 'start menu', komputer akan secara otomatis mengarahkan ke tampilan start menu, atau 'open music player', seketika aplikasi pemutar musik akan terbuka, serta berbagai perintah suara lainnya.
Namun agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya, fitur voice activation ini masih dalam tahap pengembangan oleh Intel, yakni dengan memperkaya pengenalan terhadap aksen suara yang beragam dari seluruh dunia.
Tujuannya, agar kelak fitur voice activation Intel mampu mengenali dengan baik semua perintah kata yang diucapkan, meski lewat aksen berbeda-beda dari tiap penggunanya.
5. Finger Motion
|
|
Meski bukan sesuatu yang baru, bisa jadi Intel menjadi yang pertama menghadirkannya pada perangkat komputer.
Dan bukan tidak mungkin, hal ini justru dapat menjadi salah satu hal yang akan mengubah cara orang menggunakan komputer ke depannya.
(yud/ash)