Ratusan pengembang tersebut sedang mengikuti acara Hackaton BlackBerryJam yang digelar di Mercantile, Jakarta. Pemenangnya akan diajak ke Bangkok, Thailand, untuk mengikuti acara BlackBerry 10 Jam.
"Saya ikut acara ini karena disuruh kantor, kebetulan anak baru diminta mencoba sesuatu yang lain. Termasuk OS BB 10 ini. Sehari-harinya saya megang (membuat aplikasi-red) untuk iOS," kata Wais, dari 7Langit, saat ditemui detikINET, Sabtu (20/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih mudah. Dari user interfacenya lebih mudah, ya. Cuma karena saya benar-benar baru di BB10, maka terkadang masih bingung apa yang harus dilakukan," katanya.
Pendapat yang nyaris sama juga dirasakan oleh Budi, developer asal Jakarta. Dia yang memang biasa menggarap aplikasi BB juga menyatakan hal sama dalam soal kemudahan.
Kendati terjadi perubahan yang signifikan dari versi OS BB 5, 6 dan 7, Budi mengatakan ada salah satu kritik dan saran untuk platform BB 10 ini.
"Dulukan toolsnya pakai Java, sekarang menggunakan C++. Problemnya kalau ada masalah seperti error, feedbacknya tidak memberikan informasi yang detail. Jadi kita agak kesulitan," tambahnya.
Melalui ajang ini, RIM memang tengah getol-getolnya mencari bibit muda dari developer asal Indonesia untuk meramaikan BlackBerry App World.
Seperti dikatakan Didet Noor, Blackberry Developer Evangelist RIM Indonesia, bahwa ajang ini tujuannya bukan untuk jualan melainkan mengajak developer khususnya, merasakan langsung kebolehan BB 10 ini.
(tyo/fyk)