"Beberapa kesuksesan sistem Android kerap diabaikan media. Media terlalu terobesesi marketing event dan merek Apple," kata Schmidt. Kritikan ini terlontar saat Schmidtt menjelaskan bagaimana pangsa pasar Android bisa bertumbuh pesat, namun hal ini sering luput dari perhatian media.
Menurutnya, bagi para developer Android bebas biaya dan memungkinkan mereka menambahkan aplikasi secara terbuka. Ini memikat jumlah pengguna yang lebih besar dan menghasilkan lebih banyak uang dengan menyediakan fungsi pencarian serta menjual iklan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple akan kembali menggunakan Google Maps atau tidak, menurutnya itu sepenuhnya kewenangan Apple. Google sendiri hingga saat ini belum mendaftarkan aplikasi petanya untuk dijual di Apple App Store.
"Saya rasa akan lebih baik jika mereka tetap menggunakan milik kami (Google Maps). Tapi apa yang bisa kami lakukan? Memaksanya berubah pikiran? Itu terserah Apple," ujarnya.
Disebutkannya, meski demikian Google dan Apple tetap berkomunikasi dalam hal apapun. Keduanya adalah 'teman dekat' sejak dulu. Sayangnya pertemanan ini merenggang seiring pertumbuhan pesat Android.
"Saya tidak bisa memprediksi. Kami harap bisa bermitra dengan Apple, kami sangat terbuka. Saya juga tidak akan berspekulasi mengenai apa yang akan dilakukan Apple. Mereka bisa menjawabnya jika berkenan," ujarnya.
(rns/tyo)