Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Perjuangan' Mengantre New iPad di Sejumlah Negara

'Perjuangan' Mengantre New iPad di Sejumlah Negara


- detikInet

New iPad (DailyMail)
London - Hari ini, Jumat (16/5/2012), 10 negara resmi disambangi komputer tablet berjuluk new iPad. Gaung komputer tablet ini santer terdengar sebelum ia dirilis. Tak heran saat sudah mulai dijual, banyak orang yang rela antre berjam-jam hingga berhari-hari di depan toko.

Zohaib Ali (21) dari Uxbridge, berada di antrean pertama setelah 5 hari mengantre. "iPad adalah produk terbaik tahun ini, dan ia tidak akan ada lagi hingga 2013 jadi aku senang berada dalam antrean. Aku cinta produk-produk Apple," ujarnya.

Untuk melihat bagaimana situasi antrean di beberapa negara yang disambangi Apple, berikut foto-fotonya yang dilansir DailyMail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Regent Street, London

Orang-orang duduk bareng di luar toko di Regent Street, London. Mereka terlihat asyik dengan gadget masing-masing. Ada juga yang terlihat ngobrol sembari menanti piranti 'panas' new iPad berada di genggaman mereka.

London

Suasana antrean berlangsung tertib dan santai. Lihat saja 2 orang di samping yang duduk nyaman dengan selimut merah mereka. Fenella Barnes dan Harry Barrington dari Upminster tertangkap kamera di Regent Street.

Paris

Gambar ini diabadikan di Paris. Suasana santai juga dirasakan para pengantre saat menunggu pembukaan toko yang menjual gadget terbaru ini.

Tokyo

Beralih ke Tokyo. Berbalut suasana dini hari, Dai Shimazaki merapikan sleeping bagnya setelah bangun. Diambil di depan toko Apple.

Rela Tidur di Depan Toko

Juga berlangsung di Tokyo, fans Apple tidur dalam posisi menunduk. Cuaca dingin di kota tersebut menyebabkan mereka harus menjaga tubuh agar tetap hangat.

Pembeli New iPad Pertama di Jepang

Inilah pembeli new iPad pertama di Jepang, Ryu Watanabe. Ia melakukan pembelian di Apple Store di Ginza.

David Tarasenko

David Tarasenko juga menjadi salah satu pembeli new iPad pertama. Manager konstruksi ini mengaku bahwa alasan ia rela merogoh kantongnya adalah gara-gara hype.

(sha/ash)






Hide Ads