"Iya PlayBook kalah dengan produk pesaing. Terutama ya iPad dengan Galaxy Tab," kata Djatmiko Wardoyo, Director Marketing Erajaya dalam peresmian toko BlackBerry di ITC Roxy Mas, Jakarta.
PlayBook kurang diminati disinyalir karena tidak punya kemampuan layaknya ponsel BlackBerry. Misalnya tidak bisa dipakai untuk BBM dan tidak ada fitur email native.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tablet BlackBerry PlayBook juga dipajang di toko BlackBerry ITC Roxy Mas. Barangkali untuk menarik minat, disediakan layar besar yang bisa dihubungkan dengan PlayBook sehingga fiturnya bisa dicoba dengan leluasa.
Hasan sendiri menyatakan bahwa berbeda dengan PlayBook, handset BlackBerry terbaru menuai minat besar dari masyarakat. Produk dengan OS BlackBerry 7 seperti Apollo, Bellagio dan Dakota diklaim laris terjual.
Sayangnya, ketika ingin dimintai keterangan mengenai bisnis BlackBerry di Indonesia, Marketing Director RIM Indonesia, Eka Anwar masih bungkam. Ia mengambil jurus langkah seribu untuk menghindari sergapan media.
(fyk/ash)