Kabar ini sendiri pertama kali dihembuskan oleh Financial Times. Dalam laporannya disebutkan bahwa kondisi persaingan bisnis smartphone yang semakin ketat memaksa Nokia untuk melepas Vertu ke pihak lain.
Seorang sumber yang dekat dengan isu ini menyebutkan bahwa Nokia telah menunjuk Goldman Sachs untuk mengurus segala persiapan penjualan anak usahanya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (8/12/2011), Vertu sejatinya menorehkan performa bisnis yang tak jelek-jelek amat. Di mana pendapatan tahunannya diprediksi di angka 200-300 juta euro.
Namun memang, segmen pasar Vertu sangat terbatas. Lihat saja harga satu perangkat ponselnya yang bisa sampai ratusan ribu poundsterling.
Ya, harga selangit itu tentu sebanding dengan material eksklusif yang dibenamkan pada perangkat tersebut. Mulai dari emas 24 karat, berlian murni, batu safir, dan rubi kerap kali menghiasi setiap kehadiran produk Vertu.
Sangat mewah bukan? Pun demikian, deretan ponsel Vertu tetap saja ada peminatnya. Buktinya, perusahaan yang didirikan Nokia pada tahun 1998 ini sudah memiliki cabang di 60 negara, di mana pasar terbesarnya ada di Rusia, Asia dan Timur Tengah.
(ash/fyk)