Kemarin, RIM mengatakan bahwa pihaknya telah memperbaiki masalah yang mereka alami, namun dalam kenyataan, dilaporkan jutaan pengguna BlackBerry masih mengeluhkan gangguan tersebut.
Perusahaan asal Kanada menyebutkan dalam pernyataannya bahwa isu ini dialami oleh konsumen mereka di 4 benua. Sebelumnya, pengguna di Eropa, Timur Tengah dan Afrika-lah yang mengalami kelumpuhan layanan BlackBerry, namun kini ia menyebar sampai di India, Brasil, Chili serta Argentina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumbangnya layanan BlackBerry sudah beberapa kali terjadi. Layanan email dan pesan yang lumpuh sempat dialami pengguna di Kanada dan beberapa wilayah di Amerika pada bulan lalu. Kelumpuhan ini juga menghantam pengguna di Amerika Utara pada April 2007.
RIM hingga kini memiliki lebih dari 70 juta pelanggan di seluruh dunia namun ia dikabarkan telah kehilangan pengguna di Amerika Serikat dengan kehadiran iPhone serta piranti Android.
Akankah gangguan BlackBerry Messenger menyebar sampai Indonesia?
(sha/wsh)