Jika berhasil dengan aplikasi Office online miliknya ini, Microsoft menyebutkan perusahaannya bisa memasuki gelombang baru pertumbuhan Office, yang telah digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia.
Dilansir Wall Street Journal dan dikutip detikINET, Selasa (28/6/2011), Microsoft menghadapi persaingan ketat dengan Google dalam hal ini. Seperti diketahui, Google dengan Google Apps-nya telah cukup lama memenangkan hati para pengguna di kalangan pebisnis skala kecil, menengah hingga besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket Office 365 di dalamnya termasuk Word, Outlook, Excel dan aplikasi lain yang sebagian besar orang belum pernah melihatnya. Ada Exchange untuk messaging, SharePoint untuk kolaborasi dan Lync untuk konferensi dan komunikasi.
Microsoft menawarkan layanan barunya ini dengan biaya sedikit lebih mahal dari Google, yakni USD 72 (Rp 620 ribuan) per tahun. Untuk diketahui, aplikasi pengolah kata dan spreadsheet versi web yang ditawarkan Google bagi para pebisnis dibanderol seharga USD 50 (sekitar Rp 430 ribu) per tahun.
Bagi perusahaan dengan jumlah pegawai kurang dari 25 orang, Microsoft menawarkan layanan bulanan USD 6 (Rp 50 ribuan) per bulan. Untuk jumlah pegawai yang lebih besar, Microsoft menawarkan kombinasi layanan seharga USD 2 hingga USD 27 (Rp 17 ribu - Rp 232 ribuan) per pengguna.
(rns/ash)