Gadget layar sentuh besutan Samsung ini sejatinya 'cuma' dibanderol di angka Rp 6 jutaan. Namun setelah ditautkan logo 'Armany', ia melonjak jadi USD 947 atau hampir menyentuh angka Rp 9 juta.
Memang, ini bukanlah ponsel yang diperuntukkan bagi pengguna biasa. Namun lebih tepat ditujukan bagi mereka penikmat dan pemerhati fashion, tak sekadar penggila gadget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan yang terjadi hanya pada logo 'Giorgio Armani' di bagian atas layar depannya, bentuknya lebih halus, dan sudah terinstal aplikasi khusus Armani. Tak berbeda jauh.
Dengan harga yang melambung itu, tak heran jika wilayah pemasaran handset ini pun tak dibuat secara massal. Hanya untuk kalangan tertentu saja, dimana untuk saat ini baru menyambangi pasar Eropa.
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (18/11/2010), banyak pihak yang pesimistis jika Giorgio Armani Galaxy S akan berlabuh ke negara lain. Bahkan termasuk di Amerika lantaran harganya yang hampir menyentuh USD 1.000 itu. (ash/rns)