Apple yang mengakuisisi Lala seharga US$17 juta di tahun 2009 memposting sebuah pengumuman pada halaman Lala yang menyebutkan, layanan streaming musik tersebut akan ditutup pada 31 Mei. "Kami tidak akan lagi menerima pengguna baru untuk layanan ini, dan para pengguna yang telah terdaftar masih bisa mengakses situs ini hingga akhir bulan Mei," demikian bunyi pengumuman yang disampaikan Apple.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pengguna Lala selama hampir lima tahun, Apple memungkinkan sisa kredit pembelian lagu di situs Lala untuk bisa digunakan membeli musik di iTunes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spotify, layanan streaming musik yang menjadi rival Apple, pekan ini sudah lebih dulu menambahkan fitur serupa pada layanan mereka. Langkah ini kabarnya merupakan upaya Spotify untuk menjegal dominasi software dan toko musik iTunes milik Apple.
Itu sebabnya banyak yang memperkirakan Apple mungkin saja memilih untuk menciptakan sistem berlangganan musik melalui layanan berbasis komputasi awan bagi penggunanya untuk bisa mengakses musik dimana saja.
Benar atau tidaknya kabar tersebut, masih menantikan pengumuman resmi dari Apple. Kita tunggu saja. Ajang WWDC pada 7 Juni mendatang akan menjadi jawaban atas rumor yang berembus kencang ini. (ash/ash)