"Saya belum bisa memberi konfirmasi sebelum ada pengumuman resmi. Tapi kalau dibilang kami perlu orang yang faham Indonesia, ya memang benar," elak Gregory Wade, Managing Director RIM South East Asia, di sela Wireless Enterprise Symposium 2010 di Orlando, Florida, Amerika Serikat, 27-29 April waktu setempat.
Meski Greg beserta para petinggi RIM lainnya tutup mulut, namun sosok yang akan menjadi bos BlackBerry di Indonesia sudah mulai terendus oleh kalangan terbatas sejak jauh-jauh hari. Kalangan ini tentu punya kedekatan khusus dengan RIM sehingga cukup tahu gerak-gerik perusahaan Kanada tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi, demikian ia biasa dipanggil, kabarnya tengah digodok di "kawah candradimuka"-nya BlackBerry di kantor pusat RIM di Waterloo, Kanada. Pria yang sempat jadi korban bom Marriot beberapa waktu lalu ini, dipilih karena alasan selain mengerti pasar Indonesia, ia juga berpaspor Kanada, negara asal perusahaan BlackBerry.
"Ya logika saja, setiap orang kalau mau buka bisnis baru di suatu tempat, tentunya akan cari orang dari negara asalnya, yang mengerti area yang mau diekspansi. Tapi perlahan nanti kalau sudah established, rasanya baru akan diganti sama orang lokal, seperti Nokia saat awal-awal di Indonesia," bisik sumber terpecaya detikINET.
Indonesia memang telah jadi pasar yang penting bagi pertumbuhan BlackBerry. Dengan pertumbuhan yang sempat menembus 500% tahun lalu, negara ini sekarang telah menjadi agenda prioritas RIM untuk terus dikembangkan pasarnya. Saat ini pelanggan layanan BlackBerry di Indonesia telah lebih dari sejuta umat.
Kehadiran reporter detikINET, Achmad Rouzni Noor II, di BlackBerry World Enterprise Symposium, Orlando, AS adalah atas dukungan dari PT XL Axiata (rou/eno)