Demikian diungkapkan oleh Regional Manager Wilayah III PT Asuransi Sinar Mas, Suwanto Somawidjaja saat berbincang dengan detikINET, Rabu (7/4/2010). "Ya sekitar tahun 2008-2009 lah. Mulai Blackberry booming di kita. Dan memang cukup bagus yah melihat tren penjualannya di pasaran," katanya.
Suwanto mengakui ada tren peningkatan nasabah produk asuransi ponsel. Meski demikian, produk asuransi ponsel ini menurutnya belum bisa dikategorikan menjadi produk andalan. Hal ini disebabkan premi asuransi ponsel tergolong kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, sambung pria berkulit putih ini, walaupun tren penjualan ponsel semakin meningkat tapi nasabah asuransi ponsel masih tergolong sedikit. Asuransi kebakaran serta kendaraan masih menjadi primadona perusahaan asuransi seperti Asuransi Sinar Mas ini.
"Mayoritas masih kebakaran dan kendaraan. Untuk ponsel masih jauh lah," ungkapnya.
Suwanto menambahkan, kecenderungan orang untuk mengasuransikan bendanya karena mereka tidak ingin menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap benda tersebut. Dan Blackberry termasuk benda yang beresiko dan tergolong barang mewah.
Asuransi Sinar Mas sendiri dalam memberikan asuransi ponsel kepada pelanggannya bekerjasama dengan pihak ketiga. "Jadi pihak ketiga ini yang mengasuransikan kemudian mereka menjual barangnya sudah termasuk asuransi. Itu sebabnya saya tidak tahu jumlah detil ponsel yang diasuransikan di kita," pungkasnya.
(afz/wsh)