Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pengguna Ponsel Masih Haus Aplikasi Lokal

Pengguna Ponsel Masih Haus Aplikasi Lokal


- detikInet

Jakarta - Pengembang aplikasi ponsel di Indonesia dinilai masih memiliki peluang yang masih sangat terbuka. Sebab, baik vendor ponsel dan user dianggap masih haus akan aplikasi buatan putra-putri Tanah Air.

Menurut Pambudi Baskara, Product Marketing Executive Mobile Phone PT Samsung Electronics Indonesia, platform atau vendor ponsel yang diperkaya akan konten lokal akan lebih kuat dan berhasil dalam mengarungi persaingan.

Hanya saja, lanjutnya, transaksi jual beli aplikasi ponsel di Indonesia masih sering menggunakan pola SMS premium yakni dipotong pulsa pengguna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal lebih baik menggunakan kartu kredit, tapi di sini kan pemanfaatan kartu kredit masih rendah," tukas Pambudi dalam temu media terbatas di FX Plaza, Jakarta, Selasa (6/4/2010).

Samsung sendiri telah coba menjalin pendekatan pribadi kepada para pengembang aplikasi lokal. Mereka siap menawarkan beragam pola kerja sama.

Mulai dari revenue sharing hingga mensupport dalam hal investasi pengembangan aplikasi. Untuk mekanisme investasi, tentu saja para pengembang harus menyokong kebutuhan Samsung.

"Yang pasti kita akan lebih pro developer," tukas Pambudi.

Adapun aplikasi yang paling sering dicari pengguna, pungkasnya, adalah aplikasi entertainment seperti game. Namun tak menutup juga untuk peluang aplikasi bisnis. (ash/faw)





Hide Ads