Dengan kehadiran Fennec, maka browser pihak ketiga yang bakal dibenamkan di ponsel Android sebagai default browser, tak hanya 'dimonopoli' Opera Mini.
Perlu diketahui sebelumnya, pada Juni 2009, eksekutif Mozilla--perusahaan pembesut Firefox--pernah menyatakan bahwa Fennec tidak akan dikembangkan di Android, karena tidak adanya dukungan SDK (software development kit) dari Google. Namun setelah Android SDK keluar, hal tersebut berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nampaknya pengguna Android harus bersabar 3-4 bulan ke depan, sebelum versi beta Fennec ini benar-benar siap. Jika ingin mencoba versi unofficial-nya, silakan unduh padaΒ link berikut. (fw/faw)