Target tersebut memang melibatkan sebuah sebuah angka yang sangat besar. Meski demikian, target pengguna DreamSpark juga termasuk calon-calon lulusan sekolah menengah atas yang nantinya akan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Di Indonesia sendiri, dari jumlah total mahasiswa yang mencapai lebih dari 2 juta orang, diperkirakan 20 persennya atau sekitar 400 ribu mahasiswa berpotensi mengunduh piranti lunak gratis ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 13 perguruan tinggi tanah air sudah menandatangani kerjasama kesepakatan penggunaan akses DreamSpark dengan Microsoft. Mereka adalah ITS, Atmajaya, Universitas Gadjah Mada, Gunadarma, Bina Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Parahyangan, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia serta Universitas MaChung.
Sayangnya, jika diperhatikan dari ke-13 perguruan tinggi di atas, semuanya berada di Pulau Jawa. Lalu bagaimana dengan kesempatan bagi para mahasiswa di pulau lain?
Tony Seno, National Techonology Officer Microsoft Indonesia beralasan, pihaknya memang ingin coba untuk lebih fokus dulu untuk kampus-kampus di Pulau Jawa tersebut. Pun demikian, ke depannya, kesempatan yang sama juga diberikan ke kampus lain yang tertarik bergabung dengan program DreamSpark.
"Pendaftaran bukan pada kami, tinggal menghubungi ITB atau Aptikom sebagai Identity Provider," ujarnya kepada detikINET, di sela peluncuran Microsoft DreamSpark di Hotel Ritz Charlton Jakarta, Senin petang (8/9/2008).
DreamSpark pertama kali diluncurkan pada 19 Februari 2008 di Stanford University, California oleh Bill Gates. Dan sekarang, secara global, program ini telah hadir di 56 negara.
Diskusikan tentang Windows dan aplikasi di bawahnya di detikINET Forum.
(ash/fyk)