Alhasil, produsen komputer terbesar ke-4 di dunia ini pun menatap tahun 2008 dengan optimistis. Dengan meramalkan jumlah penjualan juga akan terus melejit meski di tengah kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang sedang buruk.
Seperti dikutip detikINET dari Forbes, Jumat (1/2/2008), meroketnya perolehan profit ini tak lepas dari tingginya angka penjualan dan pemangkasan biaya produksi. Selain itu, penghematan biaya besar-besaran dengan memotong biaya produksi sebesar 13% per unit juga sukses mereka jalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2008, angka penjualan Lenovo diharapkan akan meningkat dua kali lipat. Pada tahun ini pula, mereka bakal menghentikan penggunaan nama IBM sebagai upaya memantapkan posisinya sebagai sebuah merek dunia.
Lenovo memiliki hak untuk menggunakan nama IBM sejak membeli divisi PC IBM, tapi Lenovo juga telah menjual sejumlah besar produknya dengan berpayung mereknya sendiri.
Pasar China yang merupakan 'kandang' Lenovo, menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatannya. Meski demikian penjualan di AS, Eropa dan beberapa kawasan Asia lain juga terus tumbuh.
Penjualan di China meningkat sebesar 16%, yakni menjadi USD 1,8 miliar dan di AS pendapatannya naik 15% menjadi USD 1,2 miliar. Sementara penjualan untuk Eropa, Afika dan Timur Tengah meningkat 24% menjadi USD 1,1 miliar.
Hingga saat ini notebook masih menjadi andalan Lenovo. Di negeri asalnya, Lenovo harus berhadapan dengan Dell yang memasarkan PC dengan harga murah yang didesain khusus untuk pasar pedalaman miskin di China. (ash/ash)