Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Miliarder Baru Arab Saudi Kaya Raya dari Air, Tak Lagi Minyak

Miliarder Baru Arab Saudi Kaya Raya dari Air, Tak Lagi Minyak


Fino Yurio Kristo - detikInet

Gambar pabrik desalinasi di Dubai.
Ilustrasi pabrik desalinasi. Foto: Arab Center Washington DC
Jakarta -

Keluarga pebisnis di Arab Saudi, salah satu negara terkaya di dunia berkat ekspor minyaknya, mengumpulkan kekayaan lebih dari USD 9 miliar melalui sebuah perusahaan air dan energi.

Keluarga Abunayyan dan Al Muhaidib secara bersama-sama memiliki setidaknya 26,3% saham di ACWA, sebuah perusahaan Arab Saudi yang bernilai USD 34,9 miliar, menurut perhitungan Bloomberg Billionaires Index.

Ini menggambarkan bagaimana kekayaan swasta tengah dibangun di luar sektor minyak, industri yang selama ini memakmurkan Arab Saudi. Kerajaan itu memproduksi lebih dari 11,1 juta meter kubik air hasil desalinasi setiap harinya, menurut Otoritas Air Arab Saudi. Desalinasi menghilangkan garam dan kotoran lain dari air laut, menjadikannya layak minum dan digunakan untuk keperluan lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dikutip detikINET dari VN Express, teknologi ini sangat penting di kawasan Teluk, di mana air tawar sangat langka. Sekitar setengah kapasitas desalinasi yang terpasang di dunia terkonsentrasi di enam negara Dewan Kerja Sama Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Didirikan tahun 2004 oleh tiga keluarga pebisnis terkemuka Arab Saudi, ACWA mulai mengembangkan proyek air dan listrik berskala besar tahun 2005 untuk memasok Mekah, kota paling suci umat Islam, di mana permintaan air melonjak tajam selama pelaksanaan ibadah haji tahunan.

Salah satu pendirinya, Mohammad Abunayyan, membawa pengalaman dari bisnis irigasi keluarganya. Ayahnya turut memelopori penggunaan pompa turbin bertenaga diesel untuk pertanian, yang meletakkan dasar bagi ekspansi putranya ke sektor desalinasi.

Pendiri lainnya, Sulaiman Al Muhaidib, berasal dari keluarga pedagang yang memiliki lini bisnis di bidang makanan, real estat, dan industri lainnya. Pendiri ketiga, Ahmad Al Rajhi, berasal dari keluarga terkemuka di sektor investasi dan industri Arab Saudi.

ACWA berkembang jadi salah satu perusahaan desalinasi swasta terbesar dunia, sembari berekspansi ke pembangkit listrik dan energi terbarukan. Menurut laporan keuangan tahun 2025, mereka memiliki 108 proyek di 15 negara, dengan total investasi sekitar USD 117 miliar.

Portofolio desalinasinya punya kapasitas gabungan sebesar 9,2 juta meter kubik per hari, mencakup fasilitas yang sudah beroperasi dan proyek yang masih dalam pengembangan.

ACWA melaporkan laba bersih sekitar 1,9 miliar riyal Arab Saudi (USD 507 juta) pada tahun 2025. Dana Investasi Publik Arab Saudi merupakan pemegang saham terbesarnya, dengan kepemilikan 44,2%.

Pertumbuhan perusahaan ini sejalan dengan melonjaknya permintaan air bersih, tekanan iklim, dan ancaman keamanan yang kian meningkatkan pentingnya infrastruktur desalinasi di Timur Tengah.

Prateek Bhatnagar, analis di bank investasi AS Jefferies, mengatakan kontrak pasokan air jangka panjang membantu melindungi ACWA dari pelemahan ekonomi jangka pendek, sementara kegiatan operasinya di berbagai negara dapat mengurangi potensi dampak dari gangguan pada masing-masing fasilitas.

Di luar Arab Saudi, ACWA melakukan ekspansi ke berbagai pasar termasuk Maroko, Mesir, Uzbekistan, dan China, serta sedang menjajaki berbagai peluang baru di Amerika Serikat.

Saksikan Live DetikPagi :



(fyk/afr)




Hide Ads