Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Evaluasi Merger XLSmart: Revenue Naik, Integrasi Jaringan Sudah 96%

Evaluasi Merger XLSmart: Revenue Naik, Integrasi Jaringan Sudah 96%


Aisyah Kamaliah - detikInet

XLSmart resmi merger sejak 17 April 2025. Menurut pemaparan Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys, semester satu penggabungan antara XL dengan perusahaan Smartfren dan Axis ini menghasilkan pencapaian yang luar biasa.
Menurut pemaparan Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys, semester satu penggabungan antara XL dengan perusahaan Smartfren dan Axis ini menghasilkan pencapaian yang luar biasa. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Yogyakarta -

XLSmart resmi merger sejak 17 April 2025. Menurut pemaparan Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys, semester satu penggabungan antara XL dengan perusahaan Smartfren dan Axis ini menghasilkan pencapaian yang luar biasa.

"Gambaran pencapaian semester pertama merger, revenue naik, Ebitda (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) naik," kata Merza ketika Media Update Jaringan XLSmart Ultra 5G+, Kamis (15/10/2026), di Solo, Jawa Tengah.

Merza menerangkan integrasi jaringan telah mencapai 96%, hanya daerah-daerah tertentu yang belum terintegrasi dan segera menyusul. Apapun yang berhubungan secara jaringan dan layanan masyarakat, sudah menjadi satu kesatuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"96% sudah satu network. Nggak ada lagi dua network, tinggal untuk yang internal, proses bisnis dan lain-lain," lanjut Merza.

Permasalahan internal itu diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, mengingat sumber daya manusia (SDM)-nya sudah menjadi satu organisasi dan semua sudah punya fungsi masing-masing sesuai bidangnya dan hanya bekerja untuk satu tujuan, XLSmart.

"Hampir semuanya selesai semua. Bahkan lebih cepat dari target karena target kita itu diminta semuanya selesai di akhir tahun ini. Tapi bahkan beberapa hal sudah selesai dari awal tahun, bahkan pertama tahun kemarin," tegas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Di kesempatan yang sama, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam menyampaikan bahwa awalnya tidak mudah untuk perusahaan-perusahaan berbeda itu menjadi bersatu.

"Bagaimana ini semua kita dapat, semua ini (kenaikan revenue dan lainnya)? Kalau Bapak tahu, ini tidak semudah ini, karena legacy Smartfren beda dengan legacy XL. Waktu digabung, dua spektrum yang berbeda, setiap tahun harus direnovasi," ujarnya.

Renovasi dimaksudkan untuk menyesuaikan kedua perusahaan tersebut hingga memiliki jaringan yang semakin kuat dan andal. Tidak mudah juga karena prosesnya karena berpotensi mengganggu pengalaman pelanggan.

"Itu tidak dapat kita hindari tapi bagaimana kami melakukannya? Dan tetap kami mampu meraih yang terbaik. Itulah kita harus memberikan tepuk tangan meriah untuk pekerja XLSmart yang dapat mewujudkan ini semua," pujinya.

5G XLSmart telah menjangkau 70 kota di Indonesia dan terus diperluas secara bertahap. Dengan dukungan jaringan ini, pelanggan dapat memanfaatkan konektivitas 5G untuk berbagai aktivitas, mulai dari streaming, video conference, mobile gaming, hingga membuat dan mengunggah konten digital. Pengalaman penggunaan bergantung pada perangkat, lokasi, kondisi jaringan, serta ketentuan masing-masing paket.

Kualitas jaringan XL juga tercermin dari hasil pengukuran independen Ookla Speedtest Intelligence. Median kecepatan unduh 5G XL meningkat dari 41,08 Mbps pada semester pertama 2025 menjadi 149,08 Mbps pada semester pertama 2026, atau tumbuh sekitar 263% dalam satu tahun.

Selain peningkatan kecepatan, XL juga memperoleh empat penghargaan Ookla Speedtest Awards pada semester pertama 2026, yaitu Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience.



(ask/ask)




Hide Ads