Steven Hao, salah satu pendiri startup coding AI Cognition, menjadi anggota termuda dalam daftar 400 orang terkaya di Amerika pada usia 30 tahun, dengan kekayaan sebesar USD 5,8 miliar atau sekitar Rp 103 triliun.
Hao memulai debutnya dalam daftar Forbes 400 tahun 2026 setelah valuasi Cognition melonjak menjadi USD 48 miliar menyusul putaran pendanaan senilai USD 2 miliar pada bulan September
Ia manusia termuda dalam peringkat tahun ini, lebih muda dari pendiri Anduril Palmer Luckey yang berusia 33 tahun, yang diperkirakan memiliki kekayaan bersih USD 5,9 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia adalah satu dari 34 pendatang baru dalam daftar tahun ini. Batas kekayaan minimum untuk masuk ke dalam daftar Forbes 400 mencapai rekor baru yakni USD 4,4 miliar, dengan kekayaan bersih yang dihitung per tanggal 4 September.
Didirikan di 2023, Cognition paling dikenal melalui Devin, agen pemrograman AI yang dapat menulis dan memperbaiki software. Beberapa pelanggannya antara lain Citibank dan perusahaan fintech Ramp.
Hao menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Cognition, serta pendiri dengan kepemilikan saham terbesar. Rekan sesama pendiri, CEO Scott Wu dan Chief Product Officer Walden Yan, juga menjadi miliarder setelah putaran pendanaan terbaru, tapi kekayaan keduanya belum cukup untuk masuk Forbes 400.
Perjalanan Hao di bidang AI
Hao memenangkan medali emas di Olimpiade Informatika Internasional di 2014. Wu dan Yan juga peraih medali emas dari kompetisi pemrograman internasional untuk siswa sekolah menengah tersebut, dan ketiganya saling mengenal melalui sirkuit pemrograman kompetitif.
Hao lulus dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar sarjana di bidang ilmu komputer dan matematika pada tahun 2018, menurut profil LinkedIn miliknya.
Ia kemudian mulai bekerja sebagai software engineer di Scale AI, perusahaan pelabelan data yang didirikan bersama miliarder Alexandr Wang, dan bekerja di sana hingga tahun 2022.
Forbes pertama kali menaksir Hao sebagai miliarder bulan Januari, ketika valuasi Cognition mencapai USD 10,2 miliar. Dokumen keuangan menaksir kekayaannya sekitar USD 1,3 miliar berdasarkan porsi sahamnya. Sejak itu, perkiraan kekayaannya melonjak lebih dari empat kali lipat seiring naiknya valuasi Cognition.
Perusahaan ini valuasinya USD 10,2 miliar setelah putaran pendanaan senilai USD 400 juta pada September 2025. Cognition kemudian meraup pendanaan lebih dari USD 1 miliar dengan valuasi USD 26 miliar di Mei 2026.
Menjelang Agustus, Cognition dalam pembicaraan dengan investor untuk putaran pendanaan lain yang dapat mengangkat valuasinya menjadi setidaknya USD 40 miliar. Perusahaan tersebut akhirnya berhasil mengumpulkan USD 2 miliar dengan valuasi USD 48 miliar pada September 2026.
Melejitnya nama Hao terjadi di tengah booming AI yang menciptakan generasi baru miliarder muda Amerika. Sepuluh orang berusia di bawah 40 tahun masuk Forbes 400 tahun ini, naik dari hanya empat orang tahun lalu.
Tujuh di antaranya merupakan pendatang baru, dan ketujuhnya membangun kekayaan melalui bisnis terkait AI. Sepuluh anggota termuda dalam daftar Forbes 400 tersebut memiliki total kekayaan USD 169 miliar.