Kecerdasan buatan (AI) dinilai semakin berperan di dunia bisnis. Di tengah perkembangan teknologi ini, Vishal Gupta, Chief TechCo Transformation and Procurement Indosat, menilai perusahaan atau pegawai yang memanfaatkan AI berpotensi memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya, meski sifatnya bukan wajib.
Menurut Vishal, perusahaan maupun pekerja tidak harus menggunakan AI semata karena teknologi tersebut sedang berkembang pesat. Penerapan AI seharusnya didasarkan pada tujuan yang jelas dan manfaat yang bisa diberikan.
"Tidak ada yang harus menggunakan AI hanya demi menggunakan AI. AI bukanlah alat atau teknologi yang digunakan hanya demi teknologi itu sendiri. AI adalah alat yang memberdayakan Anda untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang sama," kata Vishal di sela peluncuran Indosat Intelligence Suite di Singapura, Jumat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memaparkan bahwa AI dapat membantu seseorang menghasilkan lebih banyak pekerjaan dalam durasi kerja yang sama. Dengan demikian, produktivitas pekerja dapat meningkat tanpa harus menambah waktu kerja.
"Jika saya bekerja, misalnya 10 hingga 12 jam sehari, saya menghasilkan output dalam waktu 10 hingga 12 jam tersebut. Jika saya menggunakan perangkat AI, output yang saya hasilkan dalam 12 jam yang sama akan jauh lebih banyak. Jadi, nilai yang saya ciptakan bagi perusahaan dalam 12 jam yang sama akan jauh lebih besar dibandingkan jika saya bekerja tanpa AI," ujarnya.
Selain meningkatkan jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan, AI juga dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil kerja. Misalnya, teknologi ini dapat membantu pekerja melakukan analisis yang lebih mendalam dibandingkan jika mereka hanya mengandalkan kemampuan sendiri.
"Tentu saja, kualitas hasilnya juga meningkat. Anda bisa melakukan analisis yang jauh lebih banyak dengan AI dibandingkan tanpa AI. Jadi, AI meningkatkan kualitas dan meningkatkan hasil kerja setiap manusia," kata Vishal.
Meski demikian, ia menyebut jika penggunaan AI bukanlah kewajiban bagi setiap orang. Hal yang lebih penting adalah memahami tujuan penggunaannya dan memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata.
Ketika ditanya apakah pekerja harus menggunakan AI, Vishal menjawab tidak. Namun, ia menilai teknologi ini dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja.
"Apakah Anda harus menggunakan AI? Jawabannya tidak. Apakah AI membantu Anda? Jawabannya ya. Namun, tujuan penggunaan AI harus ditentukan, dan hal ini sekarang sudah dipahami dengan jelas," tuturnya.
Vishal kemudian menyampaikan pandangannya mengenai persaingan di dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh AI. Menurutnya, bukan AI semata yang akan menggantikan manusia, melainkan karyawan yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut dapat menggantikan mereka yang tidak menggunakannya.
"AI tidak akan menggantikan manusia. Manusia yang menggunakan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI. Sebab, saya akan menjadi lebih efektif jika menggunakan AI," tegas Vishal.
Ia pun menilai perusahaan berpotensi mendapatkan manfaat dari AI apabila mulai menerapkannya sesuai kebutuhan bisnis.
"Jadi, menurut saya, setiap perusahaan akan mendapatkan manfaat dari AI jika mereka mulai menggunakannya," pungkasnya.
