Djarot Subiantoro, Direktur PT Sigma Cipta Caraka mengatakan, kesepakatan ini dianggap sebagai langkah strategic partnership kedua belah pihak. Dengan kompetensi masing-masing, mereka yakin dapat saling melengkapi sebagai perusahaan yang bermain di industri teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi.
"Misalkan, Telkom punya klien untuk jaringan telekomunikasi mereka, tentunya kepada klien itu bisa diberikan nilai tambah solusi lain seperti data center, ERP atau yang lainnya," ujar Djarot ketika dihubungi detikINET, Rabu (19/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Djarot memastikan, dana segar yang masuk nantinya bakal digunakan Sigma untuk membesarkan core industri yang sudah mereka jalankan, seperti di lahan solusi data service dan software development. "Tapi bisa saja, ke depannya Sigma akan memunculkan produk baru," tukasnya.
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia ini menandaskan, Sigma mempunyai target dapat menjadi perusahaan publik dalam rentang 24 bulan ke depan.Β (ash/wsh)