Telkom Sustainability raih Apresiasi Atas Integrasi Prinsip Keberlanjutan dalam Transformasi Bisnis Perusahaan Telekomunikasi di acara Anugerah Ekonomi Hijau oleh detikcom, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan ini diserahkan oleh Sena Achari, Direktur Manajemen Produk detikcom, kepada Gunawan Wasisto Ciptaning Andri selaku Vice President Sustainability Telkom Indonesia.
Dalam acara penyerahan award yang berlangsung di Auditorium Menara Bank Mega, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Telkom dianggap berhasil mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi transformasi bisnis perusahaan dalam program GoZero%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui tiga pilar utama GoZero%, yaitu Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business, Telkom mendorong transisi rendah karbon, pengembangan talenta digital, serta penguatan tata kelola perusahaan yang adaptif di era digital.
Komitmen ini diperkuat dengan peluncuran Climate Transition Plan 2025 dan pengembangan infrastruktur digital berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa ESG telah menjadi fondasi pertumbuhan dan transformasi bisnis jangka panjang Telkom.
Upaya Telkom yang Patut Diapresiasi
Pertama, Telkom dikatakan sukses menempatkan keberagaman, inklusivitas, dan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari strategi membangun organisasi yang mampu menghadapi perubahan industri digital.
Telkom Raih Penghargaan Integrasi Prinsip Keberlanjutan dalam Transformasi Bisnis. Foto: Detikfoto |
Komitmen tersebut dijalankan melalui pilar Empower Our People dalam strategi environmental, social, and governance (ESG) TelkomGroup yang disebut GoZero%. Pilar ini menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama keberhasilan transformasi perusahaan.
Gunawan menegaskan keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pertumbuhan perusahaan.
"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujarnya.
Kemudian, perusahaan plat merah ini berkomitmen dalam menjalankan strategi hijau. Mereka berupaya menekan emisi dan penggunaan energi melalui dekarbonisasi, energi terbarukan, green BTS, hingga green data center.
Yang ketiga dan menarik, salah satu pendekatan yang menjadi bagian dari ekonomi sirkular adalah pengelolaan material yang digunakan dalam ekosistem telekomunikasi, termasuk kartu SIM. Pendekatan yang dikembangkan Telkomsel adalah pengelolaan material plastik dari kemasan kartu perdana dan cangkang SIM card.
Material yang dikumpulkan dari mitra outlet dan penyedia lainnya diolah kembali menjadi produk yang dapat digunakan, seperti phone holder dan paving block. Hingga saat ini, Telkomsel mencatat 670 kg limbah kartu SIM telah diolah menjadi 75.000 paving block, 45.000 phone holder, dan 10.000 tempat sampah.
Strategi keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari transformasi TelkomGroup yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Perusahaan menyatakan ketiga pilar ESG tersebut menjadi landasan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
(ask/ask)


