×
Ad

Tumbang Dilibas Android dan iPhone, Begini Nasib BlackBerry Sekarang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 26 Agu 2026 11:15 WIB
HP BlackBerry. Foto: Unwired View
Jakarta -

Robotika merupakan salah satu bisnis BlackBerry dengan pertumbuhan tercepat di divisi software, seiring upaya perusahaan memosisikan diri untuk masa depan di bidang AI fisik.

BlackBerry, yang dulu merajai industri ponsel dengan perangkat ikonik yang dilengkapi keyboard, beralih arah beberapa tahun terakhir untuk fokus pada bidang lain. Mereka keluar dari bisnis smartphone beberapa tahun lalu, setelah sebelumnya sempat jadi vendor smartphone terbesar di dunia. Mereka tidak mampu bertahan setelah Android dan iPhone mendominasi pasar.

Salah satu bisnis terbesarnya saat ini adalah QNX, yang mereka sebut sebagai software 'kritis-keselamatan' yang beroperasi pada mobil. QNX menyediakan sistem operasi dan software lain untuk mendukung berbagai fitur, mulai dari sistem pengereman hingga fungsi mengemudi semi otonom.

QNX telah menjadi pemain kuat dalam software otomotif yang krusial bagi keselamatan dan tertanam di 275 juta kendaraan. CEO BlackBerry John Giamatteo mengatakan QNX kini juga digunakan dalam robotika.

"Kami rasa ini bisa menjadi segmen industri dengan pertumbuhan yang lebih cepat untuk hal-hal seperti robotika," kata Giamatteo kepada CNBC yang dikutip detikINET.

Fokusnya tidak tertuju pada robot humanoid seperti yang belakangan ini mendapat banyak sorotan di China. Sang CEO menyebutkan robot untuk lingkungan industri seperti di gudang, forklift robotik, serta robot di bidang medis.

"Meski kami sangat antusias dengan dinamika industri otomotif dan arah perkembangannya, berbagai aplikasi lain seputar robotika, instrumen medis, dan otomatisasi industri ini menghadirkan peluang pertumbuhan luar biasa. Dan saya rasa BlackBerry beserta portofolio QNX di posisi sangat tepat untuk memanfaatkannya," ujarnya.

Menurutnya, robotika adalah salah satu bisnis dengan pertumbuhan tercepat dalam portofolio QNX. Perusahaan saat ini memiliki tumpukan pesanan untuk QNX senilai USD 950 juta, sebagian di antaranya adalah robotika.

Harga saham BlackBerry melonjak dua kali lipat tahun ini di tengah margin dan profitabilitas yang terus membaik. Perusahaan memosisikan dirinya di area pertumbuhan masa depan seperti robotika dan mobil otonom, yang sering disebut sebagai contoh AI fisik.

Generasi robot terbaru mampu menggabungkan hardware khusus dengan model kecerdasan buatan dan berbagai software lainnya. Di sinilah BlackBerry melihat perangkat lunak QNX-nya memiliki keunggulan, mengingat pengalaman mereka yang luas di sektor otomotif.

Di April, BlackBerry mengumumkan perluasan kemitraan dengan Nvidia untuk mengimplementasikan perangkat lunaknya bersama sistem Nvidia di robotika, teknologi medis, dan aplikasi industri.

"Robotika akan bertransformasi secara masif dan kami sangat antusias menyambut peluang yang ada di depan mata kami," pungkas Giamatteo.



Simak Video "Samsung Galaxy Z Fold8 vs Fold8 Ultra: Mana yang Lebih Worth It?"

(fyk/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork