Dokumen pengajuan ke komisi sekuritas Amerika Serikat (SEC) terbaru dari Nvidia mengungkap betapa luasnya portofolio investasi raksasa teknologi ini. Investasinya kini merambah ke jaringan optik, peralatan telekomunikasi, perangkat lunak desain, hingga infrastruktur cloud.
Menariknya, beberapa dari taruhan ini membuahkan hasil yang sangat fantastis, termasuk sahamnya di Intel yang kini bernilai hampir USD 25 miliar, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (20/8/2026).
Manuver strategis di Intel dan SpaceX
Tahun lalu, Nvidia memborong saham Intel senilai USD 5 miliar sebagai bagian dari kemitraan infrastruktur AI. Dalam dokumen terbaru, nilai saham tersebut tercatat melonjak drastis hingga mencapai USD 24,9 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan ini jelas bukan sekadar investasi finansial. Kedua raksasa chip ini diketahui tengah menggarap system-on-chip (SoC) Intel x86 RTX untuk PC yang memadukan prosesor Intel dengan grafis Nvidia. Mereka juga mengumumkan rencana pembuatan prosesor x86 khusus untuk data center Nvidia. Suntikan dana ini secara otomatis memberikan napas tambahan bagi Intel di masa sulit sekaligus mempererat hubungan keduanya.
Selain Intel, Nvidia juga melaporkan kepemilikan saham senilai USD 20,9 miliar di SpaceX. Investasi ini sejalan dengan ambisi kecerdasan buatan dari perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut. xAI yang berafiliasi dengan SpaceX sebelumnya telah berkomitmen untuk menggunakan hardware Nvidia secara eksklusif pada data center AI mereka, baik yang ada di Bumi maupun di orbit.
Lepas Arm, lirik infrastruktur telekomunikasi
Di tengah gencar memborong saham, Nvidia terpantau telah melepas seluruh 1,1 juta lembar saham miliknya di Arm yang sempat bernilai USD 178 juta pada Agustus tahun lalu. Walau tak lagi mengantongi kepemilikan saham, perusahaan diyakini akan tetap melanjutkan proyek pengembangan CPU berbasis arsitektur Arm.
Nvidia juga menanamkan dana segar sebesar USD 2 miliar ke Coherent, produsen material optik dan semikonduktor. Komponen canggih dari Coherent diproyeksikan akan menyuplai kebutuhan data center Nvidia yang menggunakan teknologi co-packaged optics untuk mempercepat transfer data antar prosesor secara efisien.
Ekspansi Nvidia turut merambah ke sektor infrastruktur telekomunikasi. Pada Oktober lalu, mereka menginvestasikan USD 1 miliar di Nokia untuk mendukung pengembangan jaringan AI-RAN dan transisi menuju konektivitas 6G. Nilai saham Nokia milik Nvidia kini telah meroket menjadi USD 2,2 miliar. Langkah serupa juga dilakukan pada pembuat software otomasi desain elektronik Synopsys, di mana investasi senilai USD 2 miliar yang dikucurkan Desember lalu kini bernilai USD 2,15 miliar.
Suntik dana ke perusahaan cloud
Portofolio Nvidia nyatanya juga mencakup kepemilikan saham pada pelanggannya sendiri. Porsi kepemilikan Nvidia di penyedia cloud CoreWeave tercatat bertambah dari 24,2 juta lembar (USD 3,9 miliar) pada tahun lalu menjadi 47,2 juta lembar yang kini bernilai USD 4,6 miliar. Penambahan ini mengindikasikan bahwa Nvidia memborong lebih banyak saham saat harga CoreWeave sedang terkoreksi.
Sementara itu, porsi saham di perusahaan infrastruktur Nebius memang tertahan di angka 1,19 juta lembar, namun nilainya melesat tajam dari USD 65,8 juta pada 2025 menjadi USD 328,7 juta.
Seluruh manuver agresif ini tentu tidak lepas dari kondisi kas Nvidia yang super tebal. Dengan pendapatan kuartalan yang sukses menembus angka USD 80 miliar dan laba bersih mendekati USD 60 miliar, Nvidia memiliki kekuatan finansial mutlak untuk bertaruh pada perusahaan dan teknologi yang akan mendominasi masa depan infrastruktur AI global.

